Teknikal

Tips Trading Menggunakan Indikator Yang Efektif

Click Here for English Version of This Article

Kebanyakan trader sering sekali berfokus kepada indikator dalam tradingnya. Tentu saja hal ini tidak salah, namun beberapa bahkan benar-benar menumpukan sistem tradingnya hanya kepada indikator. Bahkan tak jarang, banyak yang “kecanduan” sampai memakai banyak indikator sehingga menutupi layar chart itu sendiri.

Penggunaan indikator adalah hal yang lazim buat trader. Sangat jarang sekali yang murni menggunakan Price Action atau naked chart tanpa indikator apapun, karena perlu keterampilan dan jam terbang tinggi untuk melihat pola candlestick atau memahami price action yang ada. Oleh karena itu, dengan adanya indikator merupakan salah satu cara mempermudah trader untuk dapat memahami dan menganalisis pasar ataupun chart yang ada.

Indikator di pasar forex, pada umumnya merupakan turunan dari indikator yang sama yang digunakan di pasar saham. Mengapa? Sebab pasar forex baru terbentuk dalam skala luas sejak 1971 pasca Bretton Woods Agreemnet disudahi sepihak oleh Amerika Serikat. Sedangkan pasar saham sudah lama terbentuk sejak abad ke 19. Bahkan, candlestick yang sekarang umum digunakan adalah berasal dari Jepang, yang dulunya digunakan untuk melihat fluktuasi harga beras di pasar.

Karena sifatnya yang sangat berguna, indikator kemudian menjadi “sahabat” untuk trader di seluruh dunia. Para analis mulai dari tarder kecil hingga korporasi besar dunia juga menggunakan indiaktor dalam evaluasinya. Lalu, bagaimana cara memakai dan menggunakan indikator yang baik? Berikut beberapa tips yang dapat digunakan untuk pengguna indikator agar efektif dalam trading.

  1. Pilihlah 1 indikator leading dan 1 indikator lagging. Apa itu indikator leading? Indikator leading adalah indikator yang bergerak dan menunjukkan kemungkinan yang terjadi di masa depan, contohnya Stochastic Oscillator dan RSI. Sedangkan indikator lagging adalah sebaliknya, yakni merekam sejarah pergerakan tanpa bisa menunjukkan kemungkinan arah. Contohnya adalah Moving Average (MA).
  2. Padukan antara indikator leading dan indikator lagging pada timeframe yang sesuai. Time yang semakin besar akan menghasilkan sinyal yang lebih valid. Tampilan chart pada dasarnya adalah kumpulan data-data, sehingga semakin besar timeframe semakin banyak data tersimpan dan semakin valid pengujiannya.
  3. Ingat Hukum Paretto, bahwa sebaiknya cukup memakai sedikit sumberdaya untuk mendapatkan hal lain yang lebih besar. Atau hukum 80:20, dimana unuk mendapatkan 80 cukup dengan modal yang 20. Dalam hal ini, pilih 2 atau 3 indikator untuk mendapatkan hasil trading yang maksimal.
  4. Jangan gonta-ganti indikator. Sering sekali trader merasa bahwa tidak cocok dengan indikator yang dipasang karena menghasilkan loss. Perlu diingat bahwa indikator hanya alat. Cara penggunaan alat tergantung kepada yang menggunakan alat tersebut.
  5. Evaluasi sistem trading 1 minggu sekali. Catat apa kelemahan trading yang kita lakukan. Hitung berapa kali indikator memberikan sinyal yang salah dan cek juga penyebabnya. Jika berasal dari faktor news atau fundamental, maka sebaiknya kita selalu waspada.
  6. Pilihlah indikator yang dirasa tepat dan sesuai dengan sistem trading yang kita miliki. Ada ratusan jenis indikator yang tersedia secara default di MT4 masing-masing dan ribuan lainnya di luaran sana.
  7. Jangan tertarik dengan iming-iming bahwa dengan menggunakan indikator tertentu dapat menghasilkan profit yang besar. Pada dasarnya, indikator termasuk indikator custom tak lebih dari alat.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator dan RSI

Menggunakan indikator seperti melihat panel dashboard di kendaraan kita. Indikator hanya dapat memberikan petunjuk dan kemungkinaa arah dan informasi-informasi lainnya untuk melaju, berhenti, berbelok dan sebagainya. Semuanya kembali kepada pengguna inadikator tersebut, apakah akan menggunakan informasi yang tersedia atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *