Supply, Demand, Support & Resisten (Part 1)

Click Here For English Version of This Article

Mungkin bagi yang pertama kali terjun ke bisnis forex, sering sekali kita baca mengenai supply, demand, support dan resisten. Untuk yang pernah belajar ekonomi, istilah supply dan demand sering diartikan dengan permintaan dan penawaran. Supply alias penawaran adalah banyaknya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dan kemudian berusaha untuk dipasarkan ke umum, sedangkan demand atu permintaan adalah banyaknya jumlah barang atau jasa yang diperlukan suatu masyarakat.

Dalam istilah forex, tentu yang dimaksud dengan supply dan demand bukanlah barang atau jasa seperti kita membeli kebutuhan sehari-hari, atau perusahaan yang menjual produk-produknya. Supply dan demand dalam istilah forex adalah titik harga dimana buyer, yang mengambil posisi long dan seller yang mengambil posisi short saling “berseteru” dan membuat harga naik atau turun. Nah, sebelum lanjut mengenai supply dan demand forex, Mari kita cek dahulu apa itu posisi long dan short.

Long position adalah metode pembelian suatu ekuitas dengan tujuan keuntungan jika harganya naik. Sebaliknya, short position adalah metode pembelian sutau ekuitas dengan tujuan keuntungan jika harganya turun. Banyaknya jumlah investor dan pialang yang berpartisipasi dalam long atau short, akan menentukan kemana arah dari harga suatu mata uang.

Kembali lagi dengan dengan supply dan demand, teknik trading dengan menggunakan ini banyak dibahas, namun banyak juga yang merasa tidak cocok dengan strategi trading ini. Alasan yang paling utama adalah karena nilai support dan resisten yang berubah-ubah tiap hari, sehingga menyulitkan trader pemula menentukan titik awal entry. Sebagian lain merasa sulit, karena belum terbiasa dengan perubahan dari sell ke buy atau sebaliknya saat suatu area supply  atau demand terlewati.

Sebelum masuk ke sistem trading supply demand, terlebih dahulu kita mengetahui dulu pengantarnya, yakni support dan resisten. Secara harfiah, arti dari support adalah dukungan dan resisistant/ resistent adalah halangan / penghalang. Dalam forex, support adalah titik dimana harga terendah yang dapat dicapai suatu pasangan mata uang dan resisten adalah suatu titik tertinggi yang bisa dicapai suatu mata uang. Support dan resisten inilah yang menjadi cikal bakal sistem trading dan teknik trading supply dan demand. Oleh karena itu, mari kita bahas terlebih dahulu teknik trading support resisten ini.

Secara umum, teknik trading dengan menggunakan support dan resisten cukup simpel dan sederhana. Kita hanya perlu mengetahui titiknya dan kemungkinannya hanya ada dua : harga berbalik atau melanjutkan penguatan/pelemahan.

Teknik trading dengan support dan resisten cukup sering digunakan, baik oleh analis dunia maupun trader retail forex. Ide dasar teknik trading adalah untuk melihat sejauh mana pasar merespon suatu titik harga, baik secara psikologis, fundamental maupun teknikal. Titik harga ini yang kemudian acuan bagi tradet untuk melakukan entyr ataupun exit (baik dnegan SL ataupun TP).

Sedangkan penentuan titik resisten dan support ada berbagai macam metode, yakni :

  1. Fibonacci, teknik penentuan titik support dan resisten menggunakan fibonacci adalah menarik indikator fibonacci pada chart dari titik ekstrem yang satu ke titik ekstrem yang lain. Contohnya adalah gambar berikut :

Penggunaan fibonacci retracement adalah yang paling sering digunakan, dimana titik 0 dimulai dari awal trend dan titik 100 adalah maksimum dari sebuah trend. Pada contoh gambar chart di atas, terlihat bahwa pair GBP/USD dalam kondisi bullish pada posisi sebelumnya, sehingga titik 0 diambil dari bawah.

Titik 0 dimulai dari level harga sekitar 1.2430, berturut-turut 23.6 di 1.2650, 38.2 di 1.2800, 50.0 di 1.2940, 61.8 di 1.3050 dan 100 di titik tertinggi trend di 1.3380. Garis-garis fibonacci inilah yang menjadi titik support ataupun resisten untuk pair GBP/USD ini. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa titik support berikutnya dari pair ini adalah di 1.2800, 1.2650 dan 1.2430. Sedangkan titik resisten untuk pair ini adalah 1.3050 dan 1.3380.

2. Pivot Point, adalah metode penentuan titk support dan resisten dengan bantuan penghitungan rata-rata pergerakan harian, lalu ditentukan titik support dan resisten dengan menghitung rata-rata pergerakan swing dari beberapa waktu sebelumnya. Rumus menghitung pivot poin adalah :

Pivot poin (PP) = (High + Low + Close) / 3

Kemudian kita akan menghitung level support dan resistance dari pivot poin dengan rumus:

  1. Level support dan resistance pertama:
    Resistance pertama (R1) = (2 x PP) – Low
    Support pertama (S1) = (2 x PP) – High
  2. Level support dan resistance kedua:
    Resistance kedua = PP + (High – Low)
    Support kedua = PP – (High – Low)
  3. Level support dan resistance ketiga:
    Resistance ketiga = High + 2(PP – Low)
    Support ketiga = Low – 2(High – PP)

Terlihat rumit, namun sebenarnya trader tidak perlu pusing. Dari mesin pencarian, ada banyak yang menawarkan tools pivot point gratis dan bisa langsung dipasang di MT4 atau MT5.

3. Candlestick, melihat potensi support dan resisten juga bisa dilakukan dengan kasat mata di chart kita masing-masing. Cara ini sederhana, namun sedikit perlu jam terbang untuk melihatnya. Hal yang paling umum adalah jika terlihat candlestick tidak mampu unutk menembus suatu titik, sehingga seolah-olah candlestick berkumpul untuk berusaha menjebol titik tersebut. Perhatikan gambar berikut ini :

 

Pada gambar, garis-garis kuning terlihat sebagai titik yang pernah diuji oleh candlestick dan gagal. Titik – titik harga ini kemudian akan menjadi support ataupun resisten berikutnya, yang kemudian menjadi penentu dalam pergerakan harga pair ini. Semakin banyak candlestick berkumpul di suatu titik harga, semakin kuat level support dan resisten tersebut.

Selain dengan menggunakan ketiga cara di atas, ada juga yang mengidentifikasi titik support dan resisten dengan pola candlestick/ candlestick pattern. Dengan melihat pola candlestick, bisa ditentukan titik support atau resisten, terutama candlestick yang menunjukkan pembalikan arah seperti doji, engulfing atau pinbar. Metode ini mirip dengan penggunaan candlestick pada no 3, namun lebih detail dnegan memperhatikan polanya.

Ada juga yang mengombinasikan beberapa cara di atas, misalnya no 1 dan no 2 atau no 1 dan no 3 untuk melihat area support dan resisten lebih jelas lagi. Pertemuan antara dua cara tadi dapat dikatakan titik support / resisten kuat, sementara yang tidak bertemu dikatakan titik support dan resisten lemah.

Beberapa kelebihan trading menggunakan support dan resisten, diantaranya :

  1. Penentuan entry dan exit lebih mudah, karena titik support dan resisten akan menjadi titik entry dan exit nya. Entry pada titik support maka akan diikuti dengan target poin di titik resisten, dan begitu sebaliknya entry di titik resisten diikuti target di titik support.
  2. Penggunaan indikator lebih sedikit pada chart, sehingga memudahkan pengamatan dan analisis. Indikator yang banyak terkadang menutupi chart dan candlestick di dalamnya, sehingga sulit untuk kita menganalisis dan melihat prediksi yang akan terjadi. Dengan menggunakan titik support dan resisten, hanya perlu 1 atau 2 indikator saja unutk menganalisis suatu pair.

Kekurangan dalam teknik trading dengan support dan resisten ini, diantaranya :

  1. Perlu waktu dan latihan untuk melatih kejelian mata, terutama yang hanya mengandalkan candlestick. Solusinya adalah dengan menggunakan metode fibonacci atau install indiaktor pivot point.
  2. Trader masih belum paham bahwa ada kemungkinan harga tetap terus turun atau naik, saat level-level support ataupun resisten terlewati. Trading counter trend bisa berhasil jika suatu pair sudah bergerak dalam 1 hari sebanyak maksimalnya, atua titik support / resisten tersebut adalah titik yang kuat. Jika tidak, maka ada kemungkinan harga berlanjut.

Nah, teknik ini adalah salah satu teknik trading yang menjembatani trading fundamental dan trading teknikal. Mengapa? Sebab trader yang bertumpu pada fundamental umumnya menggunakan data dari berita untuk menentukan posisi mereka, sedangkan trader yang bertumpu pada teknikal umumnya menggunakan analisis teknikal. Penggunaan support resisten menjadi “jalan tengah” untuk menganalisis keduanya, karena apa yang terjadi di pasar tercermin dalam chart. Sedangkan teknik trading ini menitikberatkan pada tampilan chart dan dinamika yang terjadi di dalam chart yang kita lihat.

Perlu diingat bahwa suatu titik support ataupun resisten, dapat diuji hanya sekali ataupun berkali-kali, bergantung pada kekuatan pasar, terutama kekuatan buyer dan seller. Resultan dari kedua tipe trader ini yang akan mendorong harga melewati support / resisten, atau malah berbalik arah ke level awal. Jika baru diuji 1x maka dinyatakan support atau resisten tersebut adalah lemah. Jika sudah diuji lebih dari 2 kali, maka tergolong sedang, dan yang sudah diuji berkali-kali dari 5 kali, maka dapat dikatakan bahwa titik support atau resisten itu adlaah titik yang kuat.

Setelah memahami dan mendalami teknik trading ini, maka kita bisa melanjutkan ke pembahasan berikutnya yakni supply dan demand.

Lalu, bagaimana dengan sistem trading supply demand? Kita akan bahas di kesempatan berikutnya di sini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *