Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit

Mungkin banyak yang sudah mencari dan mendengar tentang teknik trading sederhana tapi profit. Sebelum memulai ke sana, ada baiknya kita bahas dulu yang dimaksud teknik trading. Teknik trading adalah kumpulan cara-cara melakukan perdagangan di dunia forex baik menggunakan alat bantu ataupun tidak menggunakan alat bantu. Tentu, bagian sebagian besar orang, mereka mencari yang mudah dan menghasilkan profit. Hal ini sangat wajar dan manusiawi.

Dari sebagian banyak teknik trading yang sederhana tapi profit, kita hanya perlu memilih satu atau dua saja dan fokus ke hal tersebut. Beberapa teknik trading yang bisa dipakai adalah dengan menggunakan indikator seperti memakai Moving Average (MA), Bollinger Bands dan lain sebagainya. Atau yang tidak menggunakan bantuan seperti dengan Price Action, Candlestick Pattern, Chart Pattern dan sebagainya. Semuanya kembali kepada sang trader untuk nmemilih teknik mana yang sesuai.


Tampilan Bollinger Bands pada Chart

Ambil contoh Bollinger Bands. Teknik trading menggunakan indikator ini sebenarnya cukup mudah. Dengan menggunakan panduan upperband dan lowerband, alias garis batas atas dan garis batas bawah dari Bollinger Bands, kita bisa memasang posisi sell dan buy. Sell saat menyentuh garis atas dan buy saat menyentuh garis bawah. Teknik trading ini terlihat sederhana tapi profit yang didapatkan bisa cukup banyak.

Perhatikan gambar di atas, terlihat dinamika harga naik dan turun saat mendekati garis batas atas maupun bawah dari indikator. Indikator ini terlihat sangat mudah dipakai terutama bagi pemula.


Tampilan MA 20 (Merah) dan MA 50 pada Chart

Contoh lainnya adalah menggunakan Moving Average (MA). Seperti yang diketahui, MA ada banyak jenis dengan periode yang berbeda dan karakter MA yang berbeda. Lazimnya, trader menggunakan dua MA untuk melihat perpotongan keduanya. Perpotongan MA ke arah bawah akan menunjukkan bahwa kemungkinan harga akan turun. Sebaliknya, perpotongan MA ke arah atas akan menunjukkan harga akan naik. Cukup mudah untuk dipalikasikan dan dilihat pada layar trading.


Tampilan RSI (kolom tengah) dan Stochastic Oscillator pada chart (kolom bawah)

Ada juga yang menggunakan indikator RSI atau Stochastic Oscillator (SO). Berbeda dengan Bollinger Bands dan Moving Average, indikator RSI dan SO tidak berada dalam chart pergerakan mata uang namun menempati kolom tersendiri di luar chart utama. Penggunaan dari kedua indikator ini pun juga mudah, jika garis penunjuk sudah berada di atas 70 artinya harga sudah bergerak terlalu tinggi dan ada kemungkinan koreksi. Sebaliknya, saat garis penunjuk ada di bawah 30, maka ada kemungkinan harga akan berbalik arah untuk menguat. Mudah untuk dipakai bagi trader yang baru memulai trading forex.


Berbagai macam jenis candlestick pattern/pola candlestick (www.raboforex.blogspot.com)

Dari sisi non indikator, ada juga yang belajar bermacam pola candlestick yang terlihat muncul. Pola yang terus berulang ini yang membuat munculnya cabang analisis yang disebut Price Action. Dari sekian banyak pola candlestick yang umum diketahui, biasanya trader hanya fokus kepada 2 atau 3 jenis saja yang paling seirng muncul dan paling tinggi tingkat akurasinya dalam memprediksi harga. Misalkan, pola candlestick engulfing dimana satu candle lebih panjang dari candle sebelumnya namun dengan arah yang berlawanan. Ini menunjukkan bahwa harga kemungkinan akan berbalik arah dari trend yang sedang terjadi.

Ada pula yang disebut Chart Pattern. Trading dengan menganalisis tampilan dan pola candlestick dalam lingkup yang lebih luas ini adalah kelanjutan dari strategi trading dengan menggunakan pola candlestick. Jika sebelumnya hanya menganalisis candlestick secara individual, maka dengan pendekatan Chart Pattern ( atau sering disebut juga Harmonic Pattern), maka akan terlihat kemungkinan arah dari suatu pair forex. Sedikti berbeda dengan analisis lain, analisis dengan pendekatan ini seperti menggambar pola “binatang” atau “rasi bintang” dalam prediksi harganya ke depan.

Beberapa contoh di atas menunjukkan banyaknya kemungkinan trading profit dengan metode yang sederhana. Bahkan, bukan tidak mungkin untuk trading forex dengan profit konsisten jika dilakuakn dengan tepat dan benar. Hal-hal yang disebut dengan tepat dan benar adalah, menggunakan indikator atua menganalisis non indikator pada timeframe (jangka waktu) yang lebih besar, minimal adalah H1. Mengapa demikian? Sebab pada dasarnya apa yang terlihat di layar adalah kumpulan data dalam suatu rentang waktu. Dan selayaknya analisis statistika, semakin banyak data yang masuk maka akan semakin valid hasil yang akan didapatkan. Di dalam forex, data tersebut berkaitan dengan waktu, sehingga dengan demikian semakin panjang waktu yang dimiliki semakin banyak data yang bisa diproses.

Hal lain yang perlu diingat adalah mengenai jumlah lot yang ditransaksikan dan batas kerugian (loss) yang bisa ditoleransi. Batas kerugian ini diatur biasanya 2-5% dari total modal yang kita miliki. Sebagai contoh, jika ternyata kita memiliki modal $100 maka risiko kita merugi jangan sampai lebih dari $5. Jangan terlalu terburu-buru untuk mengejar profit yang besar karena akan merusak ritme trading yang kita bangun. Kemudian, sesuaikan dengan lot yang dipakai dan jarak terkena loss. Jika kita inginkan loss tidak sampai 30 pips, maka kita atur misalnya $5 dibagi 30, yaitu 0,16. Artinya, lot yang perlu kita pakai sebesar 0,01 atau 0,02  (untuk akun trading lot versi normal) atau 0,16 (untuk lot mini) saat kita akan bertransaksi.

Dengan merisikokan jumlah tersebut, secara psikologis artinya kita siap dengan kemungkinan rugi sebesar yang sudah ditentukan. Ini akan membuat psikologis menjaid lebih tenang karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan berupa kerugian yang terus menerus dan bahkan berujung dengan margin call kemudian.

Teknik trading forex profit konsisten bukan juga berarti tidak ada kerugian saat melakukan trading. Karena pada dasarnya, konsisten adalah secara akumulasi profit yang dihasilkan jauh melebihi kerugian yang diperoleh. Hal ini perlu diingat bahwa misalnya dalam 10 kali transaksi, maksimal 4 kali gagal dan rugi. Ini masih terhitung teknik trading sederhana tapi profit karena jumlah keuntungan lebih besar dari kerugian.

Terakhir, dalam melakuakn trading forex hendaknya memiliki panduan, baik berupa sistem, mentor ataupun materi pembelajaran lain. Pembelajaran dalam dunia forex sangat luas dan setiap hari akan muncul istilah dan berita baru. Sebagai contoh, istilah mata uang digital alias cryptocurrency di dunia forex baru ada dalam beberapa tahun belakangan ini. Belum pernah muncul istilah ini dalam tahun-tahun sebelum 2010.

Dengan semakin majunya dan beragamnya produk dan jenis aktivitas dalam dunia forex, juga memberikan kesempatan bagi pemula untuk bisa mendapat profit dari berbagai macam jenis transaksi yang ada. Apakah teknik trading sederhana tapi profit, ataupun yang rumit bisa mendapatkan hasil jika ditekuni.

Teknik trading yang sederhana tapi konsisten juga tetap harus memerlukan bimbingan, walaupun terlihat mudah. Karena risiko gagal dan rugi selalu ada dan terbuka bagi siapa saja yang trading di dunia forex. Ingat selalu bahwa melakuakn aktivitas trading di dunia forex sudah memasuki zona risiko tinggi (high risk), jangan tambah lagi risikonya dnegan melakukan strategi dan teknik yang bisa mengancam keamanan uang yang Anda miliki.

Fokus dan tetap pada peraturan adlaah kunci sukses. Evaluasi sistem trading jika merugi, jangan terburu-buru mengganti sistem atau teknik yang baru karena perlu proses dan uji yang panjang. Penggantian teknik atau strategi dapat dilaksanakan jika memang yang sudah ada benar-benar sudah tidak bisa diperbaiki dan selalu merugi walaupun sudah dikoreksi dan diperbaiki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *