Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit : Moving Average & Bollinger Bands

Click Here for English Version of This Article

Setelah sebelumnya sudah dibahas mengenai kedua indikator di atas dan cara penggunaannya, sekarang kita akan coba dengan menggabungkan dua indikator unutk melihat bagaimana cara penggunaannya. Moving Average dan Bollinger Bands sebelumnya sudah di bahas secara terpisah, dapat dilihat di artikel Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Moving Average dan Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Bollinger Bands.

Bagaimana jika keduanya digabung? Dari karakteristiknya, Moving Average (MA) dan Bollinger Bands (BB) terlihat saling melengkapi. MA adalah dasar dari BB dan BB adalah pengembangan dari MA. MA memberikan informasi pertukaran trend, BB memberikan informasi arah trend yang sedang terjadi. MA memberikan petunjuk bias bullish dan bearish, BB memberikan petunjuk apakah sudah terlalu bullish atau terlalu bearish.

Penggabungan dua atau lebih indikator memang lazim dilakukan, namun kali ini kita akan coba melakukan sedikit eksperimen dengan menggabungkan keduanya. Nantinya akan terlihat, mana yang akan lebih efektif apakah dengan menggabungkan keduanya atau pada saat indikator ditampilkan sendiri yang lebih efektif.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit

Untuk tampilan keduanya saat digabung, dapat dilihat di gambar berikut.


Tampilan BB dan MA

Walaupun terlihat ramai dan penuh dengan garis, namun kita bisa melakukan analisis dengan kedua indikator ini. Untuk MA 20 (garis hijau), terlihat tidak jauh dari garis tengah BB karena sebenarnya garis tengah BB juga MA 14. Sementara dalam hal di atas, MA 50 (garis kuning) terlihat bergerak lebih lebar dikarenakan data yang diambil lebih banyak. Titik pertemuan anatra MA 20, MA 50 dengan salah satu garis dari BB adalah titik yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan entry.

Akan lebih baik jika titik pertemuan terjadi diantara ketiganya. Hal ini akan memberikan sinyal kuat bahwa perubahan trend akan terjadi, atau paling tidak pembalikan arah trend akan terjadi. Sementara jika candlestick berada di atas MA 20 , MA 50 dan garis tengah BB, maka dipastikan trend naik masih akan kuat. Sebaliknya, jika candlestick berada di bawah MA 20, MA 50 dan garis tengah dari BB, trend turun masih akan sangat kuat.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Custom Indicator


Contoh entry dengan Menggunakan BB dan MA

Perhatikan gambar di atas, di tanda panah terlihat ada pertemuan MA 20 dan MA 50 yang juga berdekatan dengan garis atas dari BB. Perpotongan garis MA ini mengisyaratkan akan terjadi perubahan trend dan arah dari candlestick. Dan terjadi pula di garis batas atas BB, yang cenderung menyatakan layak untuk sell enrty.

Kesimpulan dari kedua tanda ini, bahwa candlestick akan membentuk bearish candlestick dan harga akan turun. Hal itu terbukti di waktu berikutnya, seperti yang terlihat di gambar harga benar turun bahkan melewati garis batas bawah BB. Di titik tersebut, kita bisa melakukan exit dan menutup posisi trading untuk mendapatkan profit.

Yang kedua, dengan mengikuti trend. Selama candlestick berada di atas MA dan garis tengah BB, atau candlestick berada di bawah kesemua indikator, maka kita cukup ikuti trend yang sedang terjadi. Perhatikan contohnya pada gambar di bawah ini.


Candlestick di Atas MA dan Garis Tengah BB

Bias dan arah candlestick selalu mengarah ke atas, selama MA 20 dan MA 50 belum berpotongan. Bahkan setiap kali ada koreksi turun, ini menjadi tempat yang bagus untuk melakukan aksi buy. MA menjadi indikator bahwa dalam jangka menengah trend masih naik, sementara dalam jangka pendek untuk melakukan entry kita bisa gunakan BB.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan DeMarker

Untuk target profit dan stop loss, bisa dilakuakn dengan menggunakan salah satu indikator atau keduanya. Kita bisa pasang stop loss di garis atas atau bawah BB, bisa juga kita tutup semua posisi di saat MA saling berpotongan. Atau, bisa juga dengan menggunakan pendekatan pips, semisal stop loss di 30 atau 50 pips dan target profit di nilai yang sama.

Dengan menggunakna kedua indikator ini, diharapkan mengurangi kesalahan saat analisis candlestick akibat terlalu cepat atau terlalu lambat untuk melakukan eksekusi order. Sifat MA yang merupakan indikator lagging dan BB yang leading, saling melengkapi kekurangan yang bisa jadi timbul dari masing-masing indikator.

Apa yang Perlu Diperhatikan?

Kedua indikator hanyalah alat bantu, keputusan untuk melakukan trading tetap pada trader itu sendiri. Bertumpu pada indikator bukan berarti indikator akan selalu benar 100%. Strategi trading yang sederhana tapi profit juga harus menghitung risiko. Jika risiko dapat diukur, maka teknik trading forex ini akan profit konsisten.

Stop loss harus selalu diutamakan dan selalu dipasang dalam setiap kali trading. Kebanyakan kesalahan trading adalah menganggap remeh soal ini dan membiarkan posisi terus terbuka hingga kerugian berlarut dan besar. Oleh karena itu, selalu atur terlebih dahulu risiko loss berupa penempatan stop loss lalu baru perhitungkan kemungkinan mendapatkan profit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *