Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Stochastic Oscillator

Pada dunia forex, beberapa indikator sering dipakai dan lazim digunakan untuk menganalisis kemungkinan pergerakan harga dari suatu pasangan mata uang. Stochastic Oscillator (Stochastic atau SO) adalah salah satu indikator yang sering dipakai untuk hal tersebut. Indikator ini tergolong indikator yang mudah dibaca dan dipahami dan bisa menjadi teknik trading yang sederhana tapi profit. Bahkan, teknik trading forex ini bisa menndatangkan profit yang konssiten jika bisa dimanfaatkan dengan baik.

Tampilan SO sangat sederhana, dengan dua garis yang diidentifikasi sebagai Slow Stochastic dan Fast Stochastic. Kedua garis ini yang akan memberi petunjuk pergerakan arah dari suatu pair, entah itu menunjukkan trend atau sinyal untuk kita melakukan entry order. Pembacaan garis ini mirip dengan penggunaan indikator Moving Average.

( Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Moving Average )

Stochastic secara otomatis terdapat di setiap MT4 ataupun platform perdagangan yang umum digunakan. Hal ini dikarenakan indikator ini merupakan salah satu indikator dasar dan sudah berpuluh tahun dipakai di dunia forex. Pada bagian daftar indikator, kita akan dengan mudah menemukan indikator in bersama dengan indikator lain yang tergolong indikator dasar.


Tampilan Stochastic Oscillator

Stochastic disusun berdasarkan 3 parameter, yakni %K, %D dan %S. %K disebut juga dengan Fast Oscillator atau Oscillator Cepat, didapatkan dari rumus :

dimana :HP=Harga penutupan; Terendah=harga terendah

Sedangkan %D atau yang sering disebut juga Slow Oscilaltor atau juga Oscillator lambat adalah rata-rata pergerakan dari %K, yang rumusnya adalah:

Dan %S adalah periode atau deviasi yang bisa kita tentukan nilainya, biasanya secara otomatis akan berada pada angka 3.

Pada tampilan, %K biasanya terlihat berupa garis tegas yang naik turun dalam range 0-100. Sedangakan %D biasanya terlihat berupa garis putus-putus yang mengikuti garis %K dan juga berada dalam range 0-100. Seperti yang diesbut sebelumnya, penggunaan indikator ini adalah dengan melihat perpotongan dari kedua garis ini seperti menggunakan Moving Average.

(Baca Juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit )

Bagaimana Cara Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Stochastic Oscillator?

Teknik trading forex menggunakan Stochastic Oscillator cukup sederhana. Bahkan, jika dilakukan dengan benar bisa menjadi teknik trading forex yang menghasilkan profit konsisten. Yang perlu dilakukan hanyalah tetap mengikuti aturan trading dan selalu memasang stop loss sebagai pengaman trading dari hal-hal yang tidak terduga, yang membuat harga bergerak di luar analisis kita.

Kembali perhatikan gambar Stochastic. Sebelumnya kita sudah mengetahui ada dua garis yang ditampilkan pada indiaktor ini. Dari kedua garis inilah kita bisa melakukan entry, yaitu saat kedua garis ini berpotongan. Selalunya, garis fast Stochastic alias garis yang putus-putus yang selalu memotong dengan garis yang tegas atau slow Stochastic. Perpotongan ini bisa terjadi di area atas, area bawah ataupun di tengah-tengah rentang Stochastic. Perhatikan gambar berikut.


Perpotongan Stochastic

Lingkaran biru adalah saat terjadi perpotongan antara slow dan fast Stochastic. Inilah yang menjadi titik masuk untuk kita order buy atau sell di suatu pasangan mata uang. Perpotongan terjadi tidak hanya di ekstrem ata atau bawah, kalau kita perhatikan gambar di atas. Perpotongan juga dapat terjadi di tengah area rentang Stochastic, seperti yang terjadi pada 3 Mei 2019 di gambar atas. Yang menjadi fokus tentu saja saat ini adalah perpotongan yang terjadi di eksrem atas atau bawah.

Rentang area Stochastic ini dimulai dari 0 hingga 100. Angka 0 mengisyaratkan bahwa harga suatu pasangan mata uang sedang berada jenuh jual (oversold) dan angka 100 mengisyaratkan bahwa harga suatu pasangan mata uang sedang berada di jenuh beli (overbought). Istilah ini berarti bahwa menurut indikator ini, harga sudah terlalu banyak naik (overbought) atau turun (oversold), sehingga ada kemungkinan untuk berbalik arah.

Sebagai trader, kita dapat melakukan order sell jika perpotongan terjadi di atas nilai 70, yang berarti harga sudah jenuh beli. Atau kita dapat melakukan buy jika perpotongan terjadi di bawah nilai 30. Indikator ini memang didesain sebagai counter trend, sehingga cocok untuk trader yang bertipe seperti ini atau yang menunggu pembalikan arah. Perhatikan korelasi saat Stochastic berada di perpotongan bawah dan atas dengan candlestick yang terbentuk pada gambar berikut ini.


Korelasi Perpotongan Stochastic dan Pergerakan Harga

Terlihat bahwa korelasi perpotongan Stochastic dan pergerakan harga ternyata seirama. Saat perpotongan terjadi di atas, candlestick juga bertukar arah dari naik menjadi turun. Begitupun sebaliknya, saat Stochastic berpotongan di bawah, candlestick berubah arah dari turun menjadi naik. Dari sini, kita dapat melakukan order entry sell saat berpotongan di atas dan buy saat berpotongan di bawah.

Bagaimana dengan SL dan TP nya?

Seperti yang sudah diketahui, SL bisa ditetapkan secara matematis berdasarkan persen kerugian yang bisa ditoleransi dari modal yang kita miliki (1%, 2% atau jumlah lain) lalu dikonversikan ke pips dan lot. TP bisa diatur dengan pendekatan yang sama. Cara lain, yaitu dengan menggunakan perpotongan berikutnya sebagai akhir dariorder yang sedang berjalan. Jadi, kita hanya masuk saat perpotongan garis terjadi dan take profit saat terbentuk lagi perpotongan.

Apa yang Harus Diperhatikan Dalam Teknik Trading Ini?

Untuk lebih mendalami penggunaan indikator ini, ada baiknya tetap dilakukan uji backtest dengan SL dan TP yang sudah ditentukan. Atau, bisa dilakukan uji dahulu di akun demo untuk melihat seberapa tinggi tingkat keakuratan yang dimiliki. Seperti indikator lain, indikator ini juga berdasarkan masukan data dalam kurun waktu tertentu. Semakin banyak data yang terkumpul, semakin tinggi tingkat kevalidan suatu keluaran data. Dalam hal ini, semakin tinggi time frame yang kita pakai (minimal H1), maka semakin tinggi pula indikator ini tingkat akurasinya.

Stochastic sendiri sebaiknya diatur tetap pada pengaturan default untuk nilai fast, slow dan deviasinya. Format awal pengaturan indikator ini adalah 5,3,3 artinya nilai fast adalah 5, slow adalah 3 dan deviasi adalah 3. Dikahwatirkan, jika kita pilih nilai fast lebih dari 5 maka garis tidak mencapai titik ekstrem dan kemudian berbalik, sehingga kita tidak tahu apakah sudah jenuh beli atau jenuh jual. Jika slow atau diviasi lebih dari 3, maka perpotongan bisa jadi terlalu cepat atau terlalu lama, sehingga kita ketinggalan momentum atau terlalu cepat melakukan entry.

Stochastic adalah leading indicator¬†sehingga dapat memberi petunjuk kemungkinan pergerakan arah dari suatu pasangan mata uang ke depan.Namun begitu, kelemahannya adalah terkadang terlalu cepat memberikan arah prediksi. Unutk itu, kita perlu memberikan “penyaring” berupa lagging indicator¬†indikator yang lambat memberika respon terhadap kemungkinan gerak, seperti Moving Average.

Teknik trading ini tergolong sederhana tapi bisa menghasilkan profit yang cukup jika memperhatikan hal di atas. Apalagi jika dilakukan dengan peraturan yang ketat soal stop loss, teknik trading forex ini bisa profit konsisten di masa yang akan datang.

Selamat mencoba menggunakan indikator ini dan salam profit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *