Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Relative Strength Index (RSI)

Relative Strength Index (RSI) adalah indikator yang cukup luas dipakai oleh trader forex. Indikator ini tersedia secara otomatis di perangkat MT4 yang ada sehingga bisa digunakan sebagai alat bantu untuk analisis forex trading. Teknik trading sederhana tapi profit dengan RSI sebenarnya bisa dilakukan dan juga bisa menjadi teknik trading forex profit konsisten jika dapat memanfaatkan kelebihan indikator ini.

RSI termasuk dalam kategori indikator Oscillator, artinya indikator ini satu grup dengan Stochastic Oscillator yang sebelumnya pernah dibahas. Dengan kata lain juga, indikator ini memanfaatkan data yang tersedia untuk ditampilkan dalam bentuk “gelombang” dan gelombang ini yang menjadi acuan untuk trader melakukan entry buy ataupun sell. Dan seperti keluarga Oscillator lainnya, pemakaiannya pun mirip yakni adanya nilai jenuh jual dan jenuh beli.

(Baca juga: Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Stochastic Oscillator)

Secara tampilan, indikator ini berada di luar chart besar dan menempati kolom tersendiri. Oleh karena itu, kita harus menghubungkan gerak dari RSI dengan candlestick yang berada di atasnya. Untuk lebih jelasnya, kita bisa lihat gambar berikut.


Tampilan RSI pada Chart

Pada gambar yang terlihat, RSI berada di luar chart utama dan memiliki garis sebagai penunjuk kekuatan bullish atau bearish. Angka yang dianggap jenuh jual jika garis RSI berada di bawah 30 dan angka jenuh beli saat RSI berada di atas 70. Kedua angak ini yang akan menjadi patokan nantinya untuk analisis dan entry bagi trader.

RSI sendiri secara otomatis akan bernilai periode 14 dengan acuan pemngambilan data pada harga penutupan. Kita bisa ganti nilai ini sesuai keinginan kita atau sesuai dengan teknik trading yang akan kita gunakan. Namun perlu diingat, bahwa ada konsekuensi dengan tampilan RSI jiak masukan datanya kita ubah sehingga kita perlu hati-hati dalam mengganti parameter yang ada.

Sama seperti Bollinnger Bands, tampilan parameter RSI juga tersedia seperti berikut :


Parameter RSI

  1. Close, RSI akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data harga penutupan terakhir dari suatu candlestick.
  2. Open, RSI akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data harga pembukaan awal dari suatu candlestick.
  3. High, RSI akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data dari nilai tertinggi dari candlestick.
  4. Low, RSI akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data dari nilai terendah dari candlestick.
  5. Median Price,RSI menghitung tampilan garis dengan menggunakan nilai tengah dari nilai tertinggi dan nilai terendah dari candlestick.
  6. Typical Price, RSI menghitung tampilan garis dengan menggunakan rata-rata dari nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai penutupan dari candlestick.
  7. Weighted Close, RSImenghitung tampilan garis dengan menggunakan rata-rata dari nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai penutupan dari dua candlestick.
  8. Previous Indicator Data, RSI menghitung menggunakan data indikator sebelumnya.
  9. First Indicator Data, RSI menghitung menggunakan data dari indikator lain yang pertama kali ada.

Periode adalah nilai jumlah candlestick yang jadi penghitungan, sehingga jika di atas terlihat nilai 144 artinya yang dimabil adalah data dari 14 candlestick sebelumnya. Boleh dikatakan, RSI ini adalah paduan dari Stochastic Oscillator dari sisi tampilan yang terlihat di layar dan Bollinger Bands dari sisi aplikasi masukan parameter yang akan dijadikan faktor analisis.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Bollinger Bands)

Bagaimana Analisis RSI Ini?

Cukup mudah, seperti yang sudah disampaikan bahwa kita cukup melihat garis RSI. Saat garis RSI melewati angka 70 yang merupakan batas nilai jenuh jual, maka suatu saat harga akan turun dan kita bisa ambil entry sell. Sebaliknya saat garis RSI turun di bawah nilai 30 yang artinya pasar menilai sudah jenuh jual, maka kita bisa melakukan buy dengan harapan harga akan berbalik arah.

Nilai 70 dan 30 bukanlah nilai yang mutlak. Kita bisa melakuakn order lebih tinggi atau lebih rendah dari yang tertera jika memang diperlukan, misalnya saat pasar sedang dalam kondisi trend kuat. Dalam kondisi seperti ini, garis RSI bisa bergerak jauh di bawah 30 atau di atas 70, bahkan bertahan di atas level angka tersebut untuk jangka waktu yang lama. Jadi, perlu diperhatikan jika ingin melawan arah trend apakah sudah terbentuk tanda akan berbalik arah atau tidak.


Titik Krusial RSI dan Candlestick

Dari gambar terlihat pola perubahan harga saat RSI mendekati area jenuh jual dan jenuh beli. Pada saat RSI mendekati jenuh jual, candlestick juga berbalik arah dan naik. Sementara saat RSI mulai mendekati area jenuh beli, candlestick perlahan berbalik arah dan turun. Dengan kata lain, kita bisa melakukan entry buy saat garis RSI mendekati area jenuh jual di angka 30 dan sell saat garis RSI mendekati area jenuh beli di angka 70.

Stop loss dapat kita atur dengan menggunakan pendekatan pips, bisa 50 pips atau angka lain. Bisa juga dengan memakai aturan setengah dari rata-rata pergerakan harian. Jika rata-rata pergerakan hariannya 80 pips, maka stop loss bisa diatur di 40 pips. Atau dengan pendekatan lain misalnya round number, support resisten atau fibonacci. Sedangkan target profit dapat kita atur sesuai pergerakan RSI. Take profit saat RSI mendekati area jenuh yang berlawanan atau memakai pendekatan pips atau yang lainnya seperti support resisten dan fibonacci.

Apa yang Harus Diperhatikan ?

Indikator ini tidak bisa menangkap pergerakan yang terjadi secara tiba-tiba, oleh karenanya tidak cocok bagi yang model tradingnya memerlukan kecepatan dan ketepatan harga. Di time frame yang kecil, RSI akan memberikan sinyal yang sering salah, terutama time frame di bawah 1 jam (H1). Oleh karena itu, time frame yang cocok dipakai untuk indikator ini adalah H1 sampai harian (D1).

Terkadang, harga berubah sebelum garis RSI menyentuh area jenuh jual di bawah 30 atau jenuh beli di atas 70. Hal ini terjadi karena indikator mengukur dengan menggunakan candlestick di masa lalu, yang terkadang masih belum menunjukkan perubahan. Memperkecil nilai periode bisa menjadi pilihan, namun hati-hati dengan kemungkinan terbentuknya sinyal yang tidak tepat karena periode terlalu singkat.

Hal lain yang perlu diingat adalah soal kekuatan indikator ini saat ada berita yang kuat. DI saat itu, RSI tidak akan cepat merespon apa yang terjadi, sama seperti indikator lainnya. Oleh sebab itu maka stop loss selalu diaktifkan dan kalau perlu, tidak perlu trading jelang suatu rilis berita yang menimbulkan dampak kuat.

Memperbesar nilai periode atau mengganti masukan data juga bisa menjadi bahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Setiap masukan data yang berubah akan berdampak pada tampilan garis RSI di layar, sehingga kita harus cek dulu sebelum menggunakannya sebagai bahan analisis data.

Terakhir, sebagai mana indikator lain, RSI ini juga bisa menjadi sebuah teknik trading forex yang bisa menghasilkan profit konsisten asal dilakukan dengan peraturan yang ketat dan tidak dilanggar. Teknik trading sederhana tapi profit bisa tercapai asalkan trader sendiri patuh terhadap peraturan stop loss dan manajemen keuangan yang dimiliki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *