Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Pola Candlestick

Click Here for English Version of This Article

Candlestick (dalam arti harfiah adalah batang lilin) adalah tampilan pergerakan dan dinamika harga di dunia forex yang berbentuk mirip dengan sebuah lilin. Candlestick yang sejarahnya berasal dari Jepang, yaitu saat para pedagang beras membuat diagram yang mengukur pergerakan harga beras. Diagram inilah yang menjadi cikal bakal candlestick di masa yang sekarang dikenal.

Candlestick terdiri dari 2 bagian yaitu body dan shadow, alias badan dan bayangannya. Namun, untuk bayangan juga disebut dengan ekor candlestick, karena bentuknya yang mirip ekor binatang. Dalam satu candlestick ini mempunyai beragam informasi yang dapat dianalisis. Bagian body/badan candlestick berisi informasi harga pembukaan dan harga penutupan sementara ekor dari candlestick berisi informasi harga tertinggi dan harga terendah yang dicapai dalam satu waktu. Panjang dan pendeknya candlestick menunjukkan volatilitas dan keaktifan pergerakan harga yang terekam dalam  satu waktu.


Diagram dari Candlestick (Sumber: en.wikipedia.org/candlestick_chart)

Dengan banyaknya informasi yang terkandung dalam satu candlestick, maka tidak heran kalau tampilan harga dengan candlestick lebih banyak dipakai dibanding hanya berupa garis atau batang turus. Dalam cabang pelajaran teknik trading yang sederhana tapi profit, dikenal juga apa yang disebut Price Action yaitu melihat kemungkinan pergerakan harga di masa depan dengan melihat harga itu sendiri, salah satu caranya dengan melihat bentuk-bentuk candlestick yang tersedia.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit

Untuk mencapai teknik trading forex dengan profit konsisten menggunakan candlestick ini, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa-apa saja pola yang harus diketahui dalam melihat candlestick. Ada banyak pola yang diketahui dapat terbentuk oleh candlestick, namun jangan khawatir karena tidak perlu menghapal keseluruhan jenis pola candlestick. Ada beberapa pola yang seirng muncul yang akan dibahas kemudian.


Ragam dan Jenis Pola Candlestick (Sumber : candlescanner.com)

Seperti yang terlihat, ada banyak sekali jenisa dan ragam pola candlestick yang teridentifikasi. Masing-masing mempunyai tingkat kekuatan yang berbeda dalam hal validitas dan juga tingkat kekerapan kemunculan di layar chart. Namun begitu, tidak ada larangan untuk mengingat kesemuanya, walaupun tidak harus. Cukup cetak contoh pola candlestick dan cocokkan dengan apa yang terlihat di layar MT4 yang kita miliki. Atau, cukup buka gambar pola tersebut di komputer dan cocokkan dengan layar trading yang kita miliki.

Bagaimana Trading Menggunakan Candlestick?

Seperti yang sudah disebutkan, ada banyak jenis dan pola yang bisa terlihat. Namun, dari sekian banyak jenis yang terlihat kita fokus kepada Doji, Engulfing dan Star. Ketiga jenis pola ini paling sering muncul dan paling tinggi juga memberikan sinyal bahwa akan terjadi pembalikan trend. Jenis pola pembalikan trend ini lebih ditunggu trader dibanding pola candlestick yang menunjukkan kelanjutan dari trend.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Relative Strength Index (RSI)

Doji atau dalam bentuk lain adalah pinbar, adalah bentuk candlestick dimana badan dari candlestick ini kecil bahkan terkadang nyaris tidak ada sementara ekornya terlihat sangat panjang dibanding badan candlestick. Ekor candlestick dapat mengarah ke atas ataupun ke bawah. Jika dalam keadaan trend bearish dan ekor muncul ke arah bawah, artinya akan terjadi pembalikan arah trend ke bullish dan sebaliknya jika ekor muncul ke arah atas dari trend yang sedang bearish, artinya sedang ada kemungkinan akan terjadi perubahan trend ke arah bullish.

Engulfing sementara itu adalah bentuk candlestick yang lebih panjang dibandingkan dengan candlestick sebelumnya dengan arah yang berlawanan. Misalkan muncul candlestick dengan panjang ujung ekor ke ekor 30 pips dan bearish, maka engulfing adalah candlestick bullish yang panjang ekor ke ekornya adalah lebih dari 30 pips. jenis candlestick seperti ini biasanya terjadi saat tekanan beli tiba-tiba muncul setelah tekanan jual yang terjadi berlarut-larut.

Star adalah bentuk pola candlestick yang mengisyaratkan pembalikan arah yang mirip doji, namun dalam versi candlestick yang lebih pendek. Disebut star karena badan dan ekor candlestick kecil dan pendek sehingga mirip bintang. Pola ini terjadi setelah ada tekanan dari trend harga baik bullish maupun bearish dan menunjukkan akan terjadi pembalikan harga di masa depan.


Contoh Bentuk Pola Candlestick

 

Ketiga bentuk pola yang disebut adalah pertanda akan berbaliknya trend, sesuai dengan contoh gambar di atas. Oleh karena itu, jika sudah terbentuk pola seperti itu maka kita bisa bersiap untuk melakukan pembukaan order. Jika tanda berbaliknya muncul di area resisten, maka kita bisa bersiap untuk memilih opsi sell, sementara jika muncul di area support maka kita bisa memilih untuk ambil posisi buy.

Bagaimana dengan SL dan TP? 

Stop loss dapat diatur dengan berbagai pendekatan. Yang pertama adalah stop loss dilakukan jika ternyata muncul kembali pola candlestick yang sama sebelum yang sebelumnya valid. Yang kedua adalah dengan mengatur pada jarak tertentu, misalnya 30 pips atau 50 pips atau angka lainnya. Ketiga dengan bantuan indikator, baik indikator yang bersifat grafis seperti fibonacci ataupun yang dinamis seperti Bollinger Bands atau Moving Average dan lainnya.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit Dengan Bollinger Bands

Target profit juga dapat ditentukan dengan pendekatan di atas. Target profit dapat diatur secara proporsional dengan rasio 1:1 dengan stop loss atau dengan rasio lain seperti 2:1 atau 3:1. Target profit sebaiknya diatur setelah terlebih dahulu ditetapkan stop loss yang dapat diterima. Hal ini untuk menjaga psikologis trading dan manajemen keuangan dalam akun yang kita miliki.

Apa Yang Perlu Diperhatikan?

Seperti halnya statistik, pola-pola di atas dapat lebih valid jika data yang masuk banyak. Dalam hal ini, masukan data yang banyak artinya timeframe yang sesuai dengan strategi traidng dan teknik trading ini sebaiknya minimal 1 jam (H1) atau lebih dari itu. Kemungkinan pola memberikan sinyal yang salah juga akan makin tinggi jika dipakai pada timeframe yang kecil.

Yang berikutnya, selalu waspada dengan jadwal berita yang akan dirilis pada hari itu. Terkadang akibat adanya rilis berita membuat pola candlestick menjadi kurang valid dan memnunjukkan sinyal yang salah. Sebaiknya kita menunggu hingga rilis berita selesai dan kemudian melakuakn analisis kembali terhaap pola candlestick yang terlihat. Bahkan walaupun sudah mengatur stop loss, hal ini lebih baik dihindari untuk meminimalkan kerugian.

Ketiga, perlu waktu dan latihan untuk terbiasa dan mampu melihat pola candlestick ini. Oleh karena itu, sebaiknya trading di akun demo atau dengan modal yang kecil disarankan untuk membiasakan diri melihat pola candlestick. Jangan malu “mencontek” gambar candlestick atau menempelnya di dekat komputer, karena tidak ada aturan harus menghapal semua pola candlestick. Seiring dengan berjalannya waktu, pasti kita akan terbiasa dengan pola yang akan muncul nantinya.

Terakhir, tidak ada sistem trading yang 100% profit. Namun, teknik trading sederhana tapi profit ini bisa menjadi teknik trading forex yang profit konsisten jika mematuhi peraturan stop loss dan manajemen akun yang sudah kita tentukan sendiri. Terus belajar dan perbaiki kesalahan yang muncul.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *