Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Pola Candlestick & Fibonacci Retracement

Trading dengan menggunakan Fibonacci, dalam hal ini Fibonacci Retracement (FR) tentunya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar trader. FR membantu trader untuk mengidentifikasi kekuatan pembalikan dari trend yang berlangsung dan juga membantu untuk melihat titik mana saja yang penting untuk diwaspadai sebagai support atau resisten. FR sering dipakai dalam berbagai keadaan, baik pasar yang sedang trending atau pasar yang sedang sideways.

Pola Candlestick sementara itu berkutat dengan pembentukan pola-pola yang dihasilkan dari candlestick yang terlihat di chart MT4 kita. Pola candlestick biasanya dilihat sebagai titik balik perubahan harga atau kelanjutan dari pergerakan suatu harga pasangan mata uang. Dari sekian banyak pola-pola candlestick yang tersedia, tidak semuanya harus dihapal dan sebaiknya memang tidak perlu dihapal. Cukup lihat gambar dari contoh pola candlestick dan cocokkan dengan candlestick yang terlihat di layar MT4.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator

Bagaimana menggunakan kombinasi FR dan Pola Candlestick?

Kita lihat tampilan dari keduanya di gambar berikut ini.

Tampilan Fibonacci Retracement dan Pola Candlestick di MT4

Seperti yang terlihat, sekilas kita hanya akan melihat satu indikator saja, yakni FR yang muncul di layar kita. Hal ini wajar karena sesungguhnya Pola Candlestick merupakan bentuk dari candlestick itu sendiri dan bukan merupakan indikator. Sebagai contoh di gambar atas, kita melihat retracement atau pembalikan setelah naiknya harga suatu pasanga mata uang, dimana FR 0 diletakkan di bawah dan FR 100 di titik tertinggi.

Kemudian, kita lihat juga banyak candlestick berjejer di sekitar FR 38.2 dan 61.8 yang menunjukkan bahwa kemungkinan besar harga tertahan di sekitar ini. Tertahannya harga ini memberikan implikasi bahwa FR 38.2 untuk saat ini adalah titik support/ tahanan bawah bagi pembalikan dari pasangan mata uang ini dan FR 61.8 adalah resisten/ tahanan atas bagi pergerakan pasangan mata uang ini.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit : Bollinger Bands & Alligator

Lalu, bagaimana menggunakan keduanya untuk entry trading?

Kembali kita lihat gambar yang tadi, dan perhatikan unutk level entry yang bisa kita pilih.

Contoh Level Entry dengan Menggunakan Pola Candlestick dan Fibonacci Retracement

  1. Pada gambar, terlihat pola indecision candlestick, yakni candlestick yang berjejer di suatu level karena tidak adanya dorongan untuk naik atau turun lebih lanjut. Ciri utama dari pola indecision ini adalah munculnya doji secara terus menerus, karena kekuatan antara buyer dan seller relatif sama kuat.
  2. Dalam hal seperti ini, maka opsi yang bisa dipilih adalah dengan melihat bagaimana harga merespon FR.
  3. FR sendiri terlihat cukup informatif memberikan petunjuk pergerakan harga. Seperti yang sudah disebut di atas, bahwa FR 38.2 adalah tahanan bawah atau support buat pasangan mata uang ini dan FR 61.8 adalah tahanan atas.
  4. Dengan informasi yang demikian, maka kita bisa lakukan entry buy jika candlestick menembus batas FR 61.8 dan entry sell jika menembus batas bawah FR 38.2.

 

Dimana Stop Loss dan Target Profit?

Ada berbagai macam pendekatan untuk menentukan Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP). Jika memakai contoh di atas, SL dari entry buy dapat kita letakkan di titik FR 38.2 dan TP di FR 100. Sementara untuk sebaliknya, jika kita entry sell maka titik SL dapat kita letakkan di FR 61.8 dan TP di titik FR 23.6 atau bahkan FR 0, tergantung kekuatan dari trend turun yang akan terjadi kemudian.

Pendekatan lainnya adalah dengan menunggu perubahan dari Pola Candlestick itu sendiri. Jika Pola Candlestick mulai menunjukkan tanda perubahan, misalnya terbentuk doji di titik supoort atau resisten, maka kita bisa keluar dari pasar dan tunggu kembali hingga pasar lebih mudah dianalisis. Kita tidak perlu terburu-buru untuk melakukan entry jika memang belum saatnya terlihat entry yang baik dari sisi FR ataupun Pola Candlestick.

Pendekatan SL dan TP dengan menggunakan jarak pips juga bisa dilakukan, hanya saja hasilnya akan kurang memuaskan sebab rentang pips bisa jadi masih belum menyentuh titik penting dari FR. Atau bisa juga rentang pips terlalu pendek dan akhirnya malah membentuk Pola Candlestick yang berbeda dari perkiraan awal.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Bollinger Bands & Fibonacci Retracement

Peringatan

Perlu digarisbawahi bahwa sistem menggunakan dua indikator ini tidak memberikan kepastian selalu profit dan berhasil. Oleh karena itu batasan kerugian harus tetap ada dan terpasang pada setiap kali entry dilakukan yaitu berupa SL. Indikator hanyalah alat bantu untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi, bukan alat untuk melihat masa depan yang akan terjadi.

Selalu patuhi aturan pada saat melakukan transaksi, karena kebanyakan trader melakukan kesalahan dengan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Aturan ini termasuk jangan membuka posisi yang baru jika yang sudah ada belum mengenai SL atau TP. Jangan cepat terbawa emosi pada saat mengalami kerugian ataupun pada saat mendapat profit. Tetap lakukan analisis dengan baik dan pikiran yang fokus untuk mencapai teknik trading forex yang profit konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *