Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Moving Average

Click Here for English Version of This Article

Salah satu indikator yang sering dipakai oleh trader untuk mendapatkan teknik trading forex profit konsisten adalah dengan Moving Average (MA). MA sendiri tergolong indikator yang paling sederhana dari semua indikator yang ada di dunia trading forex, karena hanyalah statistik sederhana yang diaplikasikan dalam bentuk garis 2 dimensi. MA ini sendiri punya banyak varian tergantung periode data yang akan diambil. Dari MA ini juga, muncul indikator-indikator lain yang merupakan pengembangan dari MA, misalnya Bollinger Bands.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit Dengan Bollinger Bands )

Sesuai namanya, MA adalah rata-rata dari pergerakan yang dibagi dengan periode waktu. Jadi jika kita membuat rata-rata dari 20 candlestick untuk dijadikan penghitungan, maka disebut MA 20. Seterusnya, jika kita menggunakan data 50 candlestick sebagai bahan perhitungan, maka disebut MA 50. Lazimnya, MA yang sering dipakai trader adalah MA 20, MA 50, MA 100 dan MA 200. Namun, bukan berarti MA lain tidak ada, hanya saja keempat MA tersebut yang secara otomatis ada di tampilan MT4. Jika ingin membuat MA dengan nilai yang lain, silakan masukkan angka yang kita inginkan pada bagian pengaturan indikator ini.


Tampilan MA 20

MA sering dipakai oleh trader, baik trader skala kecil maupun analis besar. Indikator ini biasanya digunakan tidak hanya satu, tapi dua atau lebih sekaligus. Hal ini karena jika kita menggunakan satu indikator, informasi yang didapat hanya berupa garis yang menunjukkan rata-rata dari pergerakan suatu mata uang. Sementara itu, untuk melihat perubahan trend atau saat akan masuk untuk order, perlu minimal 2 MA yang digunakan secara bersamaan.

Istilah yang sering muncul jika menggunakan dua atau lebih MA adalah crossing MA atau perpotongan MA. Perpotongan inilah yang digunakan trader forex untuk menganalisis trend, apakah sedang sideways, naik atau turun. Analisis ini kemudian yang akan menjadi landasan untuk trader melakukan order suatu posisi pada suatu pasangan mata uang. Teknik trading sederhana tapi profit ini banyak digunakan oleh trader di seluruh dunia.


MA 20 dan MA 50 Serta Perpotongan Antara Keduanya

(Baca Juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit )

Teknik trading sederhana tapi profit dari penggunaan MA ini banyak jenis, selain menggunakan perpotongan. Ada juga yang menggunakan MA untuk melihat kekuatan buyer dan seller, yakni apabila candlestick berada di bawah MA maka artinya seller dominan saat ini. Sebaliknya, jika candlestick berada di atas MA artinya buyer sedang dominan saat ini. Bagi trader yang mengikuti trend, mereka akan pilih buy saat candlestick berada di atas MA dan sell saat candlestick berada di bawah MA.

Sementara untuk yang pilih berlawanan dengan trend, mereka akan pilih sell saat candlestick di atas MA dengan harapan suatu saat akan kembali ke bawah MA. Sebaliknya, untuk yang buy mereka akan menunggu candlestick di bawah MA dnegan harapan nantinya candlestick akan kembali ke atas MA. Terlihat cukup mudah untuk dilakukan? Namun, tunggu dulu. Jangan terburu-buru untuk langsung menambahkan indikator ini sebelum membaca di bawah ini.

Bagaimana Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Moving Average ini?

Seperti yang disebutkan di atas, maka yang perlu dilakukan adalah memasang minimal 2 MA pada satu chart untuk dilihat perpotongannya. MA yang nilainya lebih besar biasanya akan menjadi patokan arah trend jangka panjang, sementara MA yang lebih rendah nilainya akan menunjukkan trend jangka pendek. Untuk lebih jelasnya, kita lihat lagi gambar MA 20 dan MA 50 yang tadi.


Potongan MA 20 dan MA 50, Lihat Lingkaran Biru

Pada gambar, terlihat garis MA 20 (kuning) selalu berkali-kali naik dan turun melewati garis MA 50 (merah). Dalam pandangan trader, saat MA 20 menembus MA 50 dari arah atas ke arah bawah, artinya saat ini ada opsi untuk melakukan sell. Apalagi jika diperkuat arah MA 50 juga mengarah ke bawah dan candlestick selalu di bawah kedua MA tersebut. Bias masih akan tetap bearish selama candlestick belum berbalik arah.

Sementara itu untuk sebaliknya, saat MA 20 menembus MA 50 dari arah bawah ke arah atas, artinya ada peluang untuk melakukan aksi buy. Hal ini akan semakin kuat jika candlestick tetap berada di atas kedua MA dan arah kemiringan MA 50 juga mengarah ke atas. Selama hal itu masih terjadi, maka bias masih akan bullish untuk pasangan mata uang yang bersangkutan.

Pendekatan menggunakan MA terlihat mudah, dan memang cukup mudah, namun selalu ada detail yang kadang terlupakan dan perlu diperhatikan. Kekurangan juga dimiliki oleh indikator ini, yang bisa dibaca pada tulisan di bawah ini.

Bagaimana dengan SL dan TP nya?

SL bisa ditetapkan secara matematis melalui persen kerugian yang bisa ditoleransi dari modal yang kita miliki (1%, 2% atau jumlah lain) lalu dikonversikan ke pips dan lot. TP bisa diatur dengan pendekatan yang sama. Cara lain, yaitu dengan menggunakan perpotongan berikutnya sebagai akhir dariorder yang sedang berjalan. Jadi, kita hanya masuk saat perpotongan garis terjadi dan take profit saat terbentuk lagi perpotongan.

Ada juga opsi lain, yakni menggunakan garis MA itu sendiri sebagai batas TP atau SL. Kita bisa gunakan garis MA yang manapun sebagai tempat keluarnya order yang kita miliki. Apapun pilihan SL dan TP nya, pastikan sudah dianalisis dan sesuai dengan sistem trading yang kita miliki.Jika disiplin, maka teknik trading forex ini akan profit konsisten.

Apa yang Harus Diperhatikan Dalam Teknik Trading Ini?

Sering kali, candlestick akan berada di sekitar MA dan membuat perpotongan terjadi terus menerus, atau dua garis MA saling berbelit. Dalam kondisi seperti ini, tidak disarankan untuk melakukan trading atau order apapun karena belum jelasnya arah. Sebaiknya tunggu hingga candlestick benar-benar jauh dari MA atau kedua MA berjarak cukup lebar sehingga dapat terlihat lebih jelas trend yang terjadi.

Kedua, kesulitan dalam penentuan TP dan SL. Hal ini dikarenakan tidak ada batas patokan tertinggi dan terendah seperti indikator lain. Solusinya seperti yang disebutkan di atas, atau dengan menggunakan pendekatan angka bulat (00, 50) atau dengan bantuan support resisten.

Untuk lebih mendalami penggunaan indikator ini, ada baiknya tetap dilakukan uji backtest dengan SL dan TP yang sudah ditentukan. Atau, bisa dilakukan uji dahulu di akun demo untuk melihat seberapa tinggi tingkat keakuratan yang dimiliki. Dan seperti indikator lain, indikator ini juga berdasarkan masukan data dalam kurun waktu tertentu. Semakin banyak data yang terkumpul, semakin tinggi tingkat kevalidan suatu keluaran data. Dalam hal ini, semakin tinggi time frame yang kita pakai, maka semakin tinggi pula indikator ini tingkat akurasinya.

MA adalah salah satu indikator dasar, bahkan boleh disebut “ibu” dari semua indikator yang lain. Penggunaan yang tepat dan benar di temapt yang benar akan bisa menghasilkan teknik trading yang sederhana tapi profit dan juga teknik trading forex dengan profit yang konsisten.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *