Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Fibonacci Retracement

Fibonacci adalah salah satu indikator yang cukup banyak dipakai oleh trader untuk melakukan analisis pergerakan harga. Fibonacci sendiri terdiri dari banyak jenis seperti retracement, zona waktu, ekspansi, fan dan arcs. Namun, dalam pembahasan kali ini kita akan fokus kepada fibonacci retracement.


Pilihan Fibonacci pada Layar MT4

Dari namanya, fibonacci retracement adalah fibonacci yang mengukur kekuatan pergerakan harga dengan menghitung pembalikan (retracement) yang mungkin terjadi. Indikator ini memiliki nilai mulai 0 hingga tak terbatas, namun yang jadi patokan adalah 0, 23,6, 38,2 , 50, 61,8  dan 100 bahkan 123 dan 161. Angka-angka tersebut merupakan pengaturan otomatis pada saat kita mengaplikasikan indikator ini ke layar chart MT4. Angka ini didapat dari pembagian golden number 1,6  yang merupakan ciri khas fibonacci.

Indikator ini termasuk yang sering digunakan oleh analis handal, karena bisa memprediksi kekuatan buyer dan seller di saat yang bersamaan dengan mengukur nilai pembalikan suatu mata uang. Tampilannya juga cukup sederhana dan terlihat dengan jelas, walaupun perlu sedikit pengaturan saat aplikasi pertama kali.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit )


Tampilan Fibonacci Retracement pada Layar MT4

Seperti yang disebutkan di atas bahwa perlu sedikit pengaturan, cara memasang indikator ini adalah sebagai berikut :

  1. Tentukan titik tertinggi dan titik terendah dalam satu periode
  2. Jika trend sedang turun (seperti di gambar atas) maka fibonacci ditarik dari titik tertinggi ke titik terendah.
  3. Sebaliknya, trend terlihat dalam kondisi naik, fibonacci ditarik dari titik terendah ke titik tertinggi.
  4. Pastikan garis fibonacci berada di titik terndah atau tertinggi, jangan sampai melewati candlestick.

Pertanyaan yang kemudian muncul, mengapa kita ambil dari tertinggi pada saat trend turun (dan titik terendah saat trend naik)? Sesuai namanya kita akan mencari seberapa kuat candlestick berbalik arah apakah kembali ke keuatan asal di 100 atau hanya sampai level tertentu saja. Jika titik 0 terlampaui, artinya harga masih akan melanjutkan trend dan oleh karena itu sebaiknya kita ikuti.

Secara otomatis, saat pertama kali akan diaplikasikan, kursor akan menunjukkan fibo 100, tinggal kita tahan kursor dan tarik ke atas atau ke bawah sesuai panduan di atas. Bagaimana jika trend sedang tidak naik atau tidak sedang turun (sideways)? maka kita cek beberapa waktu ke belakang, kemana kecenderungan sebelumnya dari candlestick yang terlihat. Cukup mudah untuk mengaplikasikan indikator ini pada layar MT4.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator )

Bagaimana cara teknik trading menggunakan fibonacci retracement?

Sesuai namanya, fibonacci ini cenderung mengarahkan trader untuk mengikuti trend yang terlihat. Titik penting seperti yang sudah disebut di atas adalah titik masuk untuk melakukan order posisi yang kita inginkan. Titik 0 tidak menjadi titik masuk untuk melakukan order posisi karena merupakan titik awal dan patokan dari pembalikan.

Misalkan kita lihat gambar, kita akan melakukan sell di titik 23,6. Maka kita atur order kita di titik tersebut dan kita tunggu sampai candlestick menyentuh titik tersebut. Begitupun dengan nilai yang lain seperti 38, 50, 61 dan 100 dimana kesemuanya adalah berpotensi menjadi titik balik harga. Khusus untuk 100, jika sudah melewati titik ini artinya akan terjadi pembalikan trend.

Jika sudah terjadi pembalikan trend, maka ada dua opsi yang bisa kita ambil. Pertama, entry di angka 100 dan kemudian kita ambil target ke 161. Yang kedua, kita menunggu harga bergerak sehingga terbentuk titik tertinggi yang baru, lalu kemudian memasang fibonacci retracement yang baru untuk mengukur potensi pembalikan dari trend berikutnya. Otomatis, jika kita ambil pilihan kedua maka fibonacci retracement yang sudah ada harus dihapus karena akan diganti dengan yang baru.

Bagaimana dengan Stop Loss dan Target Profit?

Ada beberapa pendekatan untuk mengatur Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP). Yang pertama adalah dengan menjadikan titik fibonacci itu sendiri. Misalnya kita melakukan pembukaan posisi di saat candlestick berada di fibonacci 61,8 maka kita bisa atur SL dan TP (tergantung jenis posisi) di fibonacci 100 atau fibonacci 50. Jika merasa terlalu dekat, kita bisa ambil level fibonacci berikutnya sebagai titik SL atau TP. Perhatikan gambar di bawah ini.


Contoh Penentuan Titik Entry dan TP

Sebagai contoh, terlihat harga merespon level 23,6 lalu terus naik. Entry sebelumnya bisa kita atur di level ini dengan target profit di level 38,2 dari fibonacci.Namun, jika dirasa kurang, kita bisa atur TP di titik di atasnya seperti 50 atau 61,8 tergantung kekuatan pembalikan. SL kemudian bisa kita atur pada titik 0 fibonacci. Seperti itu contoh penggunaan indikator ini secara sederhana dan mudah.

Metode yang di atas adalah hal yang paling umum. Namun ada juga yang memakai pendekatan jumlah pips (30, 50 atau 100 pips) dan ada juga dengan bantuan indikator lain. Tidak ada masalah untuk hal ini, namun perlu diperhatikan agar tampilan indikator tidak membuat layar menjadi terlihat “penuh” dan terlalu banyak. Pendekatan yang kedua ini jarang dipakai oleh kebanyakan trader.

Selalu ingat, dahulukan memnetukan titik SL dibandingkan TP, sebab kita hrus mengukur risiko terlebih dahulu sebelum menghitung keuntungan yang akan kita raih. Semua trader ingin mendapatkan profit, namun tidak semua mampu bertahan dengan kerugian.

Apa Yang Harus Diperhatikan?

Indikator fibonacci bisa menjadi teknik trading sederhana tapi profit jika dapat dimanfaatkan dengan benar. Teknik trading forex ini bisa menghasilkan profit konsisten selama mengikuti peraturan yang kita atur, terutama dalam hal penempatan SL dan TP. Oleh karena itu, penempatan SL dan TP adalah hal yang harus selalu dilakukan dalam teknik ini.

Fibonacci Retracement bukan menunjukkan kemungkinan 100% harga akan berbalik arah. Jangan salah persepsi bahwa saat candlestick menyentuh nilai tertentu, maka harga akan berbalik. Justru terkadang candlestick terus melewati satu level menuju level berikutnya, oleh karena itu waspada dengan pergerakan candlestick terutama jelang rilis suatu berita atau pengumuman dan pidato dari bank sentral.

(Baca juga : Tips Trading Menggunakan Indikator Yang Efektif )

Indikator ini pada dasarnya sesuai diterapkan pada timeframe berapapun. berbeda dengan indikator lain yang penghitungannya berdasarkan nilai yang ada pada candlestick, fibonacci retracement adalah perangkat yang penghitungannya sudah baku dan tinggal “ditempel” ke candlestick yang ada. Sehingga, tidak ada pengaruh pasar naik dan turun terhadap nilai fibonacci.

Hanya saja, jika kita terapkan pada candlestick di timeframe kecil, fibonacci akan terlihat terlalu rapat level nya dan ini sulit untuk mengukur risiko. Sementara jika gunakan time frame yang besar, jarak antara level fibonacci akan jauh dan ini juga merepotkan kita dalam hal penentuan TP dan SL. Timeframe yang cocok dipakai untuk indikator ini adalah 1 jam (H1) hingga 1 hari (Daily/D1).

Kembali lagi, tidak ada teknik yang sempurna. Selalu atur SL dalam setiap akan memulai trading karena trading forex adalah berisiko tinggi. Jangan tambah risikonya dengan melakukan hal-hal yang membahayakan modal yang kita miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *