Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit Dengan Bollinger Bands

Banyak tarder yang memakai indikator Bollinger Bands dalam tradingnya, karena memang indikator ini cukup mudah untuk dilihat dan dipahami. Bollinger Bands sebenarnya adalah pengembangan dari Moving Average (MA), dimana MA yang dipakai adalah MA 20 yang kemudian diberi tambahan batas atas dan bawah. Batas Atas dan bawah ini bersifat dinamis, bisa menyempit atau melebar tergantung dari volatilitas yang terjadi.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit )


Tampilan Bollinger Bands (Kuning)

 

Seperti yang terlihat di gambar atas, teknik trading ini berdasarkan pada Bollinger Bands yang terlihat intervalnya 20. Pada gambar tertulis (20) yang artinya pengaturan untuk indikator ini adalah 20 candlestick terakhir. Secara otomatis, saat kita akan mengaplikasikan indikator ini maka angka itulah yang akan muncul. Nilai periode ini bisa kita ganti, namun secara umum trader di dunia menggunakan nilai yang seperti di atas.

Garis batas atas dan bawah adalah nilai selisih dari garis tengah yang dimiliki Bollinger Bands. Artinya, selisih ini sebenarnta juga nilai dari Moving Average yang ditambahkan sesuai pengaturan. Secara otomatis, nilai selisih ini adalah 2, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.


Pengaturan Bollinger Bands

Karena semuanya berdasarkan Moving Average, maka sebenarnya indikator ini adalah perluasan dari fungsi yang ada pada pembacaan indikator Moving Average. Namun, karena ada kekurangan di sana sini, maka hadirlah Bollinger Bnads untuk memberikan gambaran yang lebih baik tentang kemungkinan pergerakan yang akan terjadi.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit Dengan Moving Average)

Lanjut, setelah mengetahui Bollinger Bands dan tampilannya, sekarang kita bisa atur dulu nilai yang ada di indikator ini. Pada pengaturan akan muncul kata Periode, Selisih, Pergeseran dan Aplikasi. Periode adalah interval candlestick atau waktu yang akan menjadi basis penghitungan middle band atau garis tengah. Garis tengah ini juga yang tadi disebut dengan MA. Nilainya secara otomatis adalah 20, namun kita bisa ganti sesuai keinginan kita. Mungkin ada yang lebih sesuai dengan 30 atau 50 atau jumlah lain, tidak ada salahnya untuk menyesuaikan Periode ke angka tersebut. Namun, pelru diingat bahwa sebagian besar analis biasanya tidak mengganti Periode ini.

Kemudian adalah Selisih. Selisih digunakan untuk menetukan garis atas dan bawah yang merupakan garis batas yang bisa terlihat. Pada gambar terlihat Selisih secara otomatis ada di angka 2, yang artinya Selisih garis batas atas dan bawah adalah berinterval 2 candlestick atau 2 satuan waktu. Selisih ini bisa kita ganti dengan nilai lain, namun sebaiknya tidak lebih dari 5. Hal ini karena jika Selisih terlalu lebar, dikhawatirkan tidak bisa menangkap pergerakan terkecil dari suatu mata uang.

Kemudian adalah Pergeseran atau Deviasi. Ini bisa kita biarkan tetap pada nilai 0, kecuali kita ingin melihat deviasi saat pasar sedang tidak stabil. Pada kasus tertentu saat harga bergerak terlalu cepat, kita bisa “menghaluskan” tampilan Bollinger Bands dengan deviasi ini. Namun, jika tidak dalam keadaan seperti itu, tidak perlu ada penyesuaian dari pengaturan ini.

Terakhir adalah fungsi pengaturan “Aplikasikan Ke” pada gambar sebelumnya. Jika kita klik pilihannya, maka akan muncul tampilan seperti ini :


Pilihan Menu Aplikasikan Ke

Berikut adalah maksud dari pilihan yang ada di gambar :

  1. Close, Bollinger Bands (BB) akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data harga penutupan terakhir dari suatu candlestick.
  2. Open, BB akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data harga pembukaan awal dari suatu candlestick.
  3. High, BB akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data dari nilai tertinggi dari candlestick.
  4. Low, BB akan menghitung tampilan garis dengan menggunakan data dari nilai terendah dari candlestick.
  5. Median Price, BB menghitung tampilan garis dengan menggunakan nilai tengah dari nilai tertinggi dan nilai terendah dari candlestick.
  6. Typical Price, BB menghitung tampilan garis dengan menggunakan rata-rata dari nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai penutupan dari candlestick.
  7. Weighted Close, BB menghitung tampilan garis dengan menggunakan rata-rata dari nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai penutupan dari dua candlestick.
  8. Previous Indicator Data, BB menghitung menggunakan data indikator sebelumnya.
  9. First Indicator Data, BB menghitung menggunakan data dari indikator lain yang pertama kali ada.

Dari semua pilihan itu, yang sering dipakai adalah poin 1 sampai 4. Namun begitu, kita bisa juga memilih pilihan yang lain yang sesuai dengan strategi trading dan teknik trading kita. Usahakan sebaiknya kita memilih berdasarkan sistem trading yang akan kita gunakan dan pilih yang paling nyaman untuk trading.

 

Bagaimana Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Bollinger Bands ini?

Teknik trading yang sederhana dengan menggunakan Bollinger Bands ini adalah dengan buy saat candlestick menyentuh garis bawah dari indikator dan sell saat candlestick menyentuh garis atas dari indikator. Lihat gambar berikut ini untuk contoh entry buy dan sell.


Contoh Posisi Entry

Dari gambar di atas, kita bisa melakukan order buy saat candlestick menyentuh garis bawah dan sell saat candlestick menyentuh garis atas. Sangat mudah dan dapat menghasilkan profit. Target profit juga lebih jelas, saat buy targetnya adalah garis atas dari BB dan saat sell targetnya adalah garis bawah dari BB. Jika dilakuakn dengan sesuai rencana di atas, maka teknik trading forex ini bisa profit konsisten dalam waktu seterusnya.

Yang perlu diingat, ini adalah data sehingga semakin banyak data masuk, semakin baik pula analisisnya. Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan teknik trading ini digunakan dengan timeframe yang besar, minimal timeframe 1 jam (H1). Kemungkinan akurasi akan semakin tinggi jika timeframe yang dipakai juga lebih besar. Timeframe berfungi sebagai wadah untuk melihat seberapa banyak data yang bisa dihitung, oleh karenanya semakin besar timeframe yang digunakan akan semakin tinggi kemungkinan teknik ini menjadi teknik trading sederhana tapi profit.

Yang kedua, Bollinger Bands ada kemungkinan untuk melebar atau menyempit, terutama untuk garis atas dan bawahnya. Hal ini karena panjang candlestick juga berbeda-beda yang menjadi dasar penghitungan untuk garis batas atas dan garis batas bawah dari indikator ini. Saat garis melebar, artinya volatilitas juga meningkat, sehingga kita mesti lebih berhati-hati untuk entry order. Sedangkan saat garis menyempit, itu berarti pasar sedang dalam kondisi sepi dan kemungkinan akna bergerak dalam rentang sempit.

Yang terakhir, dalam hal menjaga keamanan jumlah uang dalam akun. Stop loss diperlukan dalam setiap trading dengan teknik trading apapun. Dalam hal ini, kebanyakan trader menyarankan untuk memberikan toleransi gagal atau rugi maksimal 5% dari total nilai uang. Artinya, jika di dalam akun Anda memiliki modal $100, maksimal loss yang bisa diambil adalah $5. Dari nilai ini, kemudian bebas ditentukan jumlah pips yang mau diambil untuk mencapai stop loss dan juga besaran jumlah lot yang ingin diambil.

SIlakan mencoba dan semoga teknik trading forex ini profit konsisten untuk masa depan trading Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *