Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit Dengan Bollinger Bands & Parabolic SAR

Indikator Bollinger Bands (BB)  adalah salah satu indikator yang sering digunakan dan diaplikasikan oleh trader dalam dunia trading forex sebagai alat bantu melihat kemungkinan pergerakan harga pasangan mata uang. Indikator ini punya keunikan, bahwa harga tidak akan pernah keluar jauh dari garis batas bawah dan atas dari indikator ini. Selain itu, indikator ini juga efektif bagi trader yang ingin profit pada saat kondisi pasar sedang sideways. Garis batas atas dan bawahnya bisa dijadikan tempat untuk meletakkan order melawan arah saat pasar sedang sideways.

Sementara itu, indikator Parabolic SAR (PSAR) juga indikator yang cukup sering dipakai oleh trader. Ciri khas indikator ini berupa titik-titik yang menjadi patokan bahwa pergerakan dari suatu trend akan berkahir atau belum. Uniknya, titik-titik tersbeut justru berada di posisi yang berlawanan dengan arah trend, sehingga banyak yang menggunakan PSAR ini sebagai titik stop loss (SL) yang lebih baik dibanding SL yang diatur secara manual.

Bagaimana jika kedua indikator ini digabungkan? Apakah akan menjadi teknik trading yang menghasilkan profit? Bagaimana dengan penggunaannya?

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit : Bollinger Bands & Stochastic Oscillator

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita lihat dulu tampilan dari chart yang menggabungkan kedua indikator tersebut.

Tampilan Indikator Bollinger Bands dan Parabolic SAR pada chart

Terlihat pada gambar, titik PSAR dan BB saling tumpang tindih dan saling memberikan sinyal yang menunjukkan kemungkinan arah dari suatu pasangan mata uang. Titik PSAR juga berada selalu di dalam atau di dekat dengan BB, menunjukkan bahwa keduanya sebenarnya bisa memberikan informasi kepada trader mengenai trend suatu harga.

Secara umum, kedua indikator ini paling efektif pada saat pergerakan pasangan suatu mata uang dalam keadaan sideways. Kekurangannya, PSAR adalah lagging indikator sehingga ada kemungkinan harga sudah berubah arah lebih dahulu sebelum titik PSAR bertukar posisi. Hal ini bisa diatasi dengan melihat posisi candlestick pada BB, apakah sudah menyentuh garis batas atas atau batas bawahnya. Selama candlestick masih di atas PSAR dan di atas garis tengah dari BB, maka bias adalah bullish atau naik. Sebaliknya, jika candlestick di bawah titik PSAR dan juga di bawah garis tengah BB, maka bias akan cenderung bearish atau turun.

Kemiringan dari kedua indikator juga menjadi petunjuk bahwa harga akan masih dalam kondisi trending atau tidak. Kecil kemungkinan kedua indikator memberikan sinyal yang berbeda dalam hal kemiringan arah ini, sehingga keduanya bisa dijadikan dasar analisis untuk menentukan arah gerak dari suatu pasangan mata uang.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Custom Indicator

Bagaimana cara menggunakan dan entry order dari kedua indikator ini?

Ada dua kesempatan memasukkan order pada sistem ini, yakni mengikuti trend atau melawan trend. Untuk yang mengikuti trend, order dilakukan pada saat candlestick berada di atas atau di bawah dari garis tengah BB, dan PSAR mengonfirmasi dengan titiknya berada di posisi berseberangan. Selama candlestick tetap di atas atau di bawah garis tengah BB dan candlestick tidak menyentuh titik PSAR.

Perhatikan gambar berikut.

Contoh Entry Mengikuti Trend dengan BB dan PSAR

Exit atau TP dapat dilakuakn dnegan beberapa pendekatan. Pertama, dengan PSAR, dimana jika titik PSAR tersentuh maka itu adalah pertanda harus keluar dari pasar dan kita bisa mengambil keuntungan. Kedua, jika kemiringan BB berubah dan menjadi datar, pada saat itu kita bisa mempertimbangkan untuk keluar dari pasar. Ketiga, jika candlestick menyentuh garis batas atas atau bawah dari BB. Itu adalah beberapa contoh eksekusi dari order yang sidah ditempatkan.

Sementara itu, bagi yang melawan trend, kedua indikator ini bisa menjadi acuan bahkan jauh lebih mudah. Entry bisa diatur dengan melihat BB, yakni saat candlestick menyentuh garis batas atas atau bawah BB. PSAR di sini akan bertindak sebagai Stop Loss (SL) yang menjaga agar trading kita tidak berlarut dalam menahan kerugian. Exit dilakukan pada saat candlestick menyentuh garis batas yang berseberangan dengan order atau pada saat candlestick menyentuh PSAR.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator

Apa saja yang perlu diperhatikan?

Perlu diingat bahwa sistem menggunakan dua indikator ini tidak memberikan kepastian selalu profit dan berhasil. Oleh karena itu sebaiknya batasan kerugian harus tetap ada dan terpasang pada setiap kali entry dilakukan yaitu berupa Stop Loss atau SL. Indikator hanyalah alat bantu untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi, bukan alat untuk melihat masa depan yang akan terjadi.

Selalu patuhi aturan pada saat melakukan transaksi, karena kebanyakan trader melakukan kesalahan dengan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Aturan in termasuk jangan membuka posisi yang baru jika yang sudah ada belum mengenai SL atau TP. Jangan cepat terbawa emosi pada saat mengalami kerugian ataupun pada saat mendapat profit. Tetap lakukan analisis dengan baik dan pikiran yang fokus untuk mencapai teknik trading forex yang profit konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *