Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator

Alligator yang ini bukanlah binatang buas, melainkan salah satu indikator yang bila dimanfaatkan dengan baik akan menjadi teknik trading yang sederhana tapi menghasilkan profit. Teknik trading forex ini juga bisa mneghasilakn profit konsisten jika trader bisa mengetahui pemanfaatannya dengan benar. Karena sesungguhnya, indikator ini bukanlah indiaktor yang rumit dan cukup mudah untuk dipelajari, terutama yang baru pertama kali mengenal trading forex.

Alligator merupakan salah satu indikator yang tersedia secara otomatis di daftar indikator pada MT4. Indikator yang juga merupakan pengembangan dari Moving Average ini memiliki tampilan 3 garis yang bergerak secara bersamaan. Garis-garis ini dinamakan jaws (cakar), lips (lidah) dan teeth (gigi). Ketiga garis ini yang menjadi patokan bagi seorang trader untuk melakukan transaksi forex, yang akan di bahas di bawah.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit)

Indikator ini termasuk indikator lagging, artinya indikator ini hanya bisa menjadi penunjuk di masa lalu kemana arah dari pergerakan suatu pair. Di MT4, indikator ini masuk ke dalam kategori indikator Bill Williams, seperti nama penemunya. Tampilan yang sederhana dan mudah dipahami membuat indikator ini juga cukup banyak digunakan trader untuk menganalisis pasangan mata uang forex untuk mendapatkan teknik trading yang profit dan konsisten. Teknik trading in juga terbilang sederhana namun bisa profit jika tepat penggunaannya.


Tampilan Indikator Alligator pada Chart

Terlihat pada gambar bagaimana tampilan dari indikator ini. Garis biru adalah yang disebut jaws, merah adalah lips dan hijau adalah teeth. Secara otomatis, indiaktor ini akan memberikan parameter berupa angka 13,8,5 yang artinya periode jaws adlaah 13, periode teeth adalah 8 dan periode lips adalah 5. Parameter lain yang dpaat diatur adalah deviasi, metode dan aplikasi dari indikator ini.

Untuk parameter lain, sebaiknya tidak perlu untuk diganti karena nanti akan menimbulkan distorsi. Pada kolom metode misalnya, ada 4 pilihan untuk menggambarkan indikator ini apakah simple, exponentinal, smoothed atau linear weighted. Jika kita pilih salah satunya, maka kemiringan dan sudut dari indikator ini akan berubah. Jika kita ganti kolom aplikasi, maka kita akan mengganti masukan data yang akan digunakan untuk menghitung indikator ini apakah harga penutupan, harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, rata-rata dan lain sebagainya.


Tampilan Pengaturan Indikator Alligator

Oleh karena itu, disarankan untuk tetap menggunakan parameter yang sudah secara otomatis tersedia di MT4 untuk memudahkan kita sendiri. Namun jika ingin tetap mengganti parameter karena dianggap tidak sesuai dengan sistem trading atau teknik trading yang kita miliki, maka tidak ada masalah asalkan kita memahami parameter yang kita ganti akan berdampak juga ke tampilan indikator yang kita punya.

Seperti yang sudah disebut, indikator ini adalah pengembangan dari moving average sebenarnya. peridoe yang kita sebut 13, 8 dan 5 adalah moving average dari MA 13, MA 8 dan MA 5. Jika kita sudah paham dengan konsep moving average sebelumnya, maka indikator ini juga akan mudah untuk dipahami.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Moving AverageĀ )

Indikator ini juga mirip dengan Indikator Bollinger Bands yang memiliki tiga garis. Perbedaannya, candlestick bisa berada di atas alligator atau di bawah seperti MA pada umumnya, sedangkan Bollinger Bands berusaha “mengurung” candlestick tetap dalam garis batas bawah dan garis batas atas yang sudah ditetapkan. Garis tengah yang dipakai juga berbeda, dimana Alligator menggunakan periode MA13 sedangkan Bollinger Bands menggunakan periode MA20.

Bagaimana Cara Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator?

Seperti yang sudah disebutkan, alligator adalah indikator yang berasal dari pengambangan Moving Average sehingga untuk melihat penggunaannya pun seperti indikator ini. Secara mudahnya, kita bisa pasang buy saat candlestick di atas alligator atau pilih sell saat candlestick berada di bawah indikator. Perhatikan gambar berikut.


Tampilan Posisi Buy dan Sell

Dari gambar, dapat dilihat bahwa kita bisa melakukan buy saat candlestick mulai menembus alligator ke atas dan sell saat candlestick menembus alligator ke bawah. Teknik lain yang bisa dilakukan adalah dengan menunggu pembalikan arah dari jaws dan teeth memtong lips. Jika jaws yang memotong lips artinya ada kemungkinan harga naik, jika teeth yang memotong lips artinya ada kemungkinan harga akan turun.

Sedikit berbeda dengan indikator lain, alligator sesuai pada timeframe yang tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Time frame yang cocok dengan indikator ini adalah antara M30 sampai dengan H4. Kurang dari itu maka akan terlihat banyak false signal sehingga membingungkan bagi trader. Lebih dari itu maka akan terlihat alligator lambat merespon perubahan harga sehingga ada kehilangan potensi untuk entry pada level harga yang bagus.

Bagaimana dengan SL dan TP ?

SL dapat kita pakai rules 50 pips, artinya SL kita set 50 pips dari harga saat kita trading. Atau bisa juga dengan panduan alligator, yakni SL kita set pada saat indikator berbalik arah atau pada saat candlestick kembali mendekati alligator. Untuk TP, kita bisa set dengan level harga misalnya 50 pips atau yang lain, atau bisa juga kita atur dengan metode lain seperti fibonacci atau pola candlestick.

Agak sulit memang menentukan SL dan TP dari indikator ini karena tidak ada batasan jelas dan juga indikator ini cenderung berbelit-belit penampakannya. Namun begitu, bukan berarti tidak bisa diatur, hanya saja harus menggunakan panduan lain untuk menentukan titik TP dan SL.

Apa yang Harus Diperhatikan?

Seperti yang sudah disebut bahwa alligator adalah lagging indicator alias indikator yang terlambat merespon harga, maka diperlukan kehati-hatian dalam melihat trend yang terbentuk. Perlu ada bantuan indikator lain yang leading untukĀ memberikan gambaran kemungkinan harga kan bergerak. Terlambatnya indikator merespon harga makin jelas di time frame yang besar.

Perubahan jaws dan teeth untuk bergerak ke atas ataupun kebawah lips adalah menunjukkan trend. Banyak yang menyangka ini adalah awal dari entry, namun sebenarnya bukan begitu. Meskipun tidak ada masalah kalaupun entry berdasarkan pendekatan perpotongan jaws dan teeth, namun ini kurang tepat mengingat indikator baru berpotongan terkadang setelah candlestick berbalik arah.

Terakhir, teknik trading forex ini bisa menghasilkan forex konsisten. Yang perlu diingat bahwa teknik trading yang sederhana tapi profit ini tetap harus berpegang pada aturan trading yang sudah kita buat sendiri. Aturan utama mengenai penempatan stop loss dan lainnya harus tetap diutamakan, karena tidak ada sistem trading atau teknik trading yang bisa menjamin selalu profit hingga 100%. Pencegahan dari risiko Margin Call harus dan mutlak, jika tidak ingin saldo dalam akun menjadi tidak bersisa.

Silakan mencoba sensasi “memelihara” alligator yang ini, yang tidak berbahaya dan bisa mendatangkan profit yang konsisten dengan teknik trading yang sederhana juga. Semoga peliharaan yang ini bisa membawa kepada trading forex yang profit konsisten di masa depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *