Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator dan Stochastic Oscillator

Alligator adalah salah satu indikator yang cukup sering dipakai oleh trader. Alligator ini sendiri sebenarnya mirip seperti campuran Bollinger Bands dan Moving Average yang kemudian diformulasikan menjadi satu indikator baru. Alligator, seperti yang sudah diketahui memiliki tiga garis utama yang disebut claws, teeth dan jaws yang secara harfiah berarti rahang, gigi dan cakar. Garis-garis inilah yang menjadi pedoman bagi trader untuk melakukan analisis trading.

Sementara itu, Stochastic Oscillator (SO) adalah salah satu indikator populer di kalangan trader dan lumayan banyak dipakai untuk melihat potensi kekuatan dari suatu harga. SO sendiri berupa garis yang bergerak naik dan turun di antara indeks 0-100 yang merupakan nilai dari rata-rata pergerakan candlestick. Angka di bawah 30 menunjukkan bahwa harga saat ini sudah terlalu murah alias oversold dan jika garis SO berada di atas 70 menunjukkan bahwa harga sudah terlalu mahal alias overbought. Secara sederhananya, SO adalah indikator yang memprediksi bahwa harga kemungkinan akan berbalik arah.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Pola Candlestick & Fibonacci Retracement

Bagaimana trading menggunakan kedua indikator tersebut?

KIta lihat dulu bagaimana tampilan kedua indikator ini jika disandingkan seara bersama di chart.

Tampilan Indikator Alligator dan Stochastic Oscillator pada Chart MT4

Seperti yang terlihat, Alligator berada di layar utama dan selalu bersinggungan dengan candlestick, sementara SO menempati kolom tersendiri dan berada di luar layar utama. Alligator yang diwakili dengan garis hijau, merah dan biru adalah indikator yang bisa menunjukkan apakah saat ini trend sedang bullish (naik) atau bearish (turun).

Sedangkan SO, menunjukkan bahwa pergerakan harga dari pasangan mata uang ini sudah terlalu mahal atau terlalu murah. Garis di kolom SO yang naik turun menjadi indikasi utama penentuan harga akan berbalik atau masih ada potensi untuk terus searah trend.

Sekarang, kita akan lihat bagaimana contoh entry dengan menggunakan kedua indikator tersebut.

Contoh Entry Trading Menggunakan Indikator Alligator dan Stochastic Oscillator

Seperti yang terlihat di gambar, Alligator menunjukkan arah ke bawah alias bearish untuk pasangan mata uang tersebut. Sehingga, jika kita mengikuti trend ini maka sebaiknya entry juga mengikuti trend yakni sell.

  1. Perhatikan bahwa konfirmasi sell dapat dilakukan dengan bantuan SO dimana setiap kali SO masuk ke area jenuh beli/overbought ( garis SO di atas) maka itulah kesempatan untuk entry sell.
  2. Terlihat ada 3 potensi sell yang dapat dilakukan selama trend turun masih terus berlangsung. Pergunakan kesempatan tersebut untuk melakukan entry.
  3. Jika ingin melakuakn aksi melawan trend atau counter trend, kita mesti pastikan dulu bahwa kedua indikator tidak saling berlawanan.
  4. Jika kita ingin trading melawan trend seperti gambar di atas, sepertinya kita harus berhati-hati. Pada saat SO terlihat berada di zona jenuh jual / oversold, kekuatan untuk naik terlihat tidak begitu kuat dan lebih mudah untuk turun.
  5. Sebaiknya tunggu saat Alligator sedang berbelit yang menandakan bahwa sedang terjadi sideways lebih sesuai untuk trading dengan melawan trend. Namun begitu, baik trading mengikuti trend maupun melawan trend sebaiknya tetap hati-hati.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Parabolic SAR

Bagaimana dengan Stop Loss dan Target Profit ?

Untuk sistem trading menggunakan kedua indikator ini, Stop Loss (SL) bisa diatur menggunakan pendekatan jumlah pips berdasarkan rata-rata gerak harian. Jika dalam sehari rata-rata bergerak 100 pips, maka kita bisa atur SL di 100 pips dari harga pembukaan. atau jika terlalu jauh, setengah dari pergerakan harian.

Kita bisa juga mengatur SL dengan memasangnya di arah yang berlawanan dengan Alligator atau SO. Misalnya dari gambar sebelumnya, kita bisa pasang SL dari entry sell di atas garis biru Alligator atau jika muncul candlestick yang menunjukkan pembalikan arah, atau pada saat Alligator berubah arah.

Sedangkan untuk Target Profit (TP) bisa kita ambil saat SO sampai di titik jenuh jual di bawah, atau pada saat candlestick mulai mendekati garis hijau Alligator. TP lebih mudah ditentukan apalagi jika menggunakan kedua indikator ini.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan DeMarker

Peringatan

Perlu digarisbawahi bahwa sistem menggunakan dua indikator ini tidak memberikan kepastian selalu profit dan berhasil. Oleh karena itu batasan kerugian harus tetap ada dan terpasang pada setiap kali entry dilakukan yaitu berupa SL. Indikator hanyalah alat bantu untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi, bukan alat untuk melihat masa depan yang akan terjadi.

Selalu patuhi aturan pada saat melakukan transaksi, karena kebanyakan trader melakukan kesalahan dengan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Aturan ini termasuk jangan membuka posisi yang baru jika yang sudah ada belum mengenai SL atau TP. Jangan cepat terbawa emosi pada saat mengalami kerugian ataupun pada saat mendapat profit. Tetap lakukan analisis dengan baik dan pikiran yang fokus untuk mencapai teknik trading forex yang profit konsisten.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *