Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator dan RSI

Indikator seperti Alligator cukup sering dipakai trader dalam analisis traidng mereka sebelum melakukan entry. Alligator sendiri sebenarnya pengembangan dari Moving Average yang kemudian diubah dan disesuaikan sedemikian rupa sehingga bisa mengikuti kebutuhan. Alligator terdiri dari 3 garis yang lazim disebut claws, jaws dan teeth (rahang, cakar dan gigi) sebagai metafora dari buaya yang sesungguhnya.

Sedangkan Relative Strength Index atau RSI adalah indikator yang mirip dengan Stochastic Oscillator dimana indikator ini menunjukkan tingkat pergerakan harga apakah sudah jenuh beli atau jenuh jual. Sama-sama berasal dari grup indiaktor berjenis oscillatior, RSI sendiri tampilannya lebih sederhana dibanding yang lain dan terlihat hanya ada satu garis yang menjadi penunjuk yang bergerak dalam rentang 0-100 di kolom indikator.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Alligator

Bagaimana entry trading menggunakan kedua indikator ini?

Sebelumnya, kita lihat terlebih dahulu bagaimana tampilan kedua indiaktor di layar MT4.

Tampilan Alligator dan RSI pada layar MT4

Seperti yang sudah disebutkan pada pengantar di atas, Alligator adlaah indikator dengan tiga garis yang menunjukkan kecenderungan arah dari candlestick. Pada gambar di atas, terlihat Alligator adalah garis yang berwarna merah, hijau dan biru yang selalu berada di dekat candlestick. Garis hijau adalah jaws/cakar, garis merah adalah teeth/gigi dan garis biru adalah claws/rahang.

Sementara itu, RSI menempati kolom tersendiri di bawah layar utama MT4. RSI terlihat berupa satu garis yang bergerak dalam rentang 0-100, dimana titik pentingnya adalah 30 dan 70. Angka 30 menunjukkan bahwa harga dari pasangan mata uang ini sudah terlalu banyak turun sehingga berpotensi jenuh jual. Sementara itu, angka di atas 70 menunjukkan bahwa nilai pasangan mata uang ini sudah terlalu tinggi sehingga berpotensi jenuh beli.

Sekarang, kita lihat bagaimana entry yang dimungkinkan dengan kedua indikator ini.

Gambar Contoh Kemungkinan Entry

  1. Pada gambar, terlihat entry yang melawan trend. Trend dari candlestick adalah turun, terlihat pada Alligator yang juga mengarah ke bawah. Namun, ada potensi berbalik arah karena RSI menyentuh area jenuh jual.
  2. Opsi buy diambil pada saat itu, dengan target adalah pembalikan arah.
  3. Pada saat muncul tanda pembalikan arah, keluar dari order buy dan ganti menjadi sell.
  4. Bisa juga dengan mengikuti trend, yakni sell namun harus dipastikan RSI juga mengikuti hal tersebut.
  5. Jika mengikuti trend, pastikan RSI berada di area jenuh beli dekat atau lebih dari angka 70 untuk mengurangi kemungkinan floating loss terlalu lama.
  6. Keluar dari pasar jika ada menunjukkan perubahan trend, terlihat dari Alligator yang berbalik ke arah berlawanan.
  7. Jika kedua indikator menunjukkan sinyal yang saling bertolak belakang, sebaiknya kita tunggu dulu dan tidak terburu-buru untuk masuk dan trading. Tunggu hingga keduanya searah dan bergerak bersama.

Beberapa contoh entry di atas adalah yang paling mudah dilakukan dan mudah dianalisis jika menggunakna kedua indikator ini. Indikator RSI dan Alligator ini akan saling melengkapi kekuranagn dimana Alligator cenderung terlambat memprediksi harga namun efektif dalam melihat trend. Sebaliknya, RSI cukup efektif melihat kemungkinan pergerakan harga namun tidak cukup baik dalam melihat kemungkinan trend ke depan.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Bollinger Bands dan Parabolic SAR

Bagaimana dengan Stop Loss dan Target Profit?

Ada beberapa pendekatan untuk menentukan Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP), diantaranya:

  1. Dengan menggunakan jarak pips, misalnya 30, 50 atau 100 pips.
  2. Dengan melihat kemungkinan terjauh pergerakan dari candlestick dari rata-rata pergerakan harian.
  3. Dengan memperhitungkan RSI, yakni saat RSI menyentuh area berlawanan dengan yang terjadi saat ini.
  4. Dengan melihat Alligator, yakni saat Alligator berubah posisi jaws dan claws nya atau pada saat candlestick berusaha berbalik arah dari trend yang dibentuk Alligator.

Pendekatan untuk menghitung SL dan TP tersebut merupakan pendekatan yang paling mudah untuk dilakukan. Rekomendasi untuk SL dan TP yang paling bagus untu trading dengan menggunakna kedua indikator ini adalah nomor 1 dan nomor 2.

Baca juga : Price Action, Pendekatan Trading Forex Tanpa Indikator

Peringatan

Perlu digarisbawahi bahwa sistem menggunakan dua indikator ini tidak memberikan kepastian selalu profit dan berhasil. Oleh karena itu batasan kerugian harus tetap ada dan terpasang pada setiap kali entry dilakukan yaitu berupa SL. Indikator hanyalah alat bantu untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi, bukan alat untuk melihat masa depan yang akan terjadi.

Selalu patuhi aturan pada saat melakukan transaksi, karena kebanyakan trader melakukan kesalahan dengan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Aturan ini termasuk jangan membuka posisi yang baru jika yang sudah ada belum mengenai SL atau TP. Jangan cepat terbawa emosi pada saat mengalami kerugian ataupun pada saat mendapat profit. Tetap lakukan analisis dengan baik dan pikiran yang fokus untuk mencapai teknik trading forex yang profit konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *