Teknikal

Teknik Trading Sederhana Tapi Profit : Bollinger Bands & Alligator

Teknik trading menggunakan indikator sudah sering kita lihat dan dengar. Namun, untuk menggunakan dua indikator dalam trading tentunya perlu trik dan tips tersendiri. Bollinger Bands (BB) dan Alligator adalah dua buah indikator yang pada prinsipnya mempunyai kesamaan, yakni berdasarkan kepada Moving Average. Dengan kesamaan ini, maka tak heran kalau keduanya akan saling berhimpitan dalam chart, namun tetap bisa dianalisis.

Persamaan lainnya, kedua indikator terdiri dari 3 garis. Seperti yang sudah diketahhui bahwa BB memiliki garis tengah, batas bawah dan batas atas. Sedangkan Alligator memiliki jaws, teeth dan claws. Dari ketiga garis inilah nantinya kita bisa lakukan entry buy atau entry sell, tergantung bagaimana candlestick merespon kedua indikator ini.

Perbedaannya, BB adalah indikator yang berusaha membaca harga tanpa membiarkan candlestick keluar dari rentang BB. Sedangkan Alligator, lebih cenderung menunjukkan trend sehingga ada kemungkinan candlestick berada di atas atau dibawah dari indikator ini. Selain itu, BB tidak mengenal istilah divergensi karena memang tidak pernah ada garis batas memotong garis lain. Sementara itu di Alligator, ada kemungkinan pemotongan garis antara ketiganya sehingga ada kemungkinan terjadi divergensi.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit : Bollinger Bands & Stochastic Oscillator

Sebelum mulai membedah penggunaan dua indikator in, ad abaiknya kita lihat dulu tampilan keduanya di layar MT4. Perhatikan gambarnya berikut ini.


Tampilan Bollinger Bands dan Alligator pada Layar MT4

Dari gambar diatas, garis berwarna merah adalah BB dan lainnya adalah garis dari Alligator. Seperti yang terlihat bahwa Alligator selalu berad dekat dengan garis tengah BB dan sesekali turun atau naik di atas garis tengah BB. Alligator sendiri tidak pernah melewati garis bawah atau garis atas BB sampai terlalu jauh, sebelum akhirnya kembali masuk dalam rentang BB.

Dengan melihat tampilan seperti itu, dapat disimpulkan sebenarnya keduanya bisa saling melengkapi dan cenderung indikator yang mengikuti trend. Lalu, bagaimana cara penggunaan dua indikator ini untuk melakukan trading forex ?

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit : Moving Average & Bollinger Bands

Penggunaan Indikator untuk Trading Forex

Jika dilakukan dengan benar, teknik traidng yang sederhana ini bisa mendatangkan profit. Apalagi teknik trading forex ini bisa mendatangkan profit konsisten jika manajemen trading dan teknik trading yang dipakai juga benar. Penggunaan kedua indikator ini cukup mudah, dan analisis dengan menggabungkan keduanya juga mudah dipahami.

Ada dua pendekatan untuk trading menggunakan dua indikator ini, yakni dengan melawan trend dan mengikuti trend. Jika mau melawan trend, maka sebaiknya menunggu candlestick menyentuh garis bawah BB dan Alligator sedang berpilin. Alligator yang sedang berpilin menunjukkan trend sideways, sehingga sesuai buat yang ingin melawan arah candlestick.

Perhatikan gambar berikut.


Tampilan Entry untuk Trading Menggunakan Bollinger Bands dan Alligator

Pada saat seperti ini, stop loss (SL) dapat ditentukan dengan menggunakan pendekatan persen loss atau dengan pips. Target profit sementara itu dapat ditentukan denagn cara menunggu candlestick menyentuh garis batas yang lain. Atau jika terlalu lama, bisa pada saat candlestick menyenuth garis tengah BB atau menggunakan pendekatan pips dan jumlah persen profit.

Jika ingin mengikuti trend, kebalikannya. Candlestick akan selalu berada di batas dari BB dan Alligator akan terlihat konsisten naik atau turun. Di saat seperti ini, patokan lebih banyak menggunakan Alligator sebagai petunjuk analisis dibanding BB. Kita bisa lihat contohnya di gambar berikut.


Tampilan Trend dan Indikator Bollinger Bands serta Alligator

Pada saat pasar sedang naik seperti gambar di atas, secara konsisten candlestick di dekat garis atas dari BB dan terus berada di atas Alligator. Untuk penentuan SL, boleh ditetapkan dengan titik garis bawah BB atau persen loss. Sementara untuk TP, bisa dilakukan sampai menunggu Alligator mulai berpotongan atau pada saat BB mulai bergerak mendatar dan candlestick menjauhi garis batas.

BB pada saat trend sedang terjadi bertindak sebagai panduan rentang gerakan dari pasangan mata uang. Dengan demikian, kita bisa melihat bahwa candlestick tidak akan keluar dari rentang harga yang ada dan kita dapat mengatur strategi untuk TP jika kemudian candlestick mulai menjauhi BB.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan DeMarker

Peringatan

Perlu digarisbawahi bahwa sistem menggunakan dua indikator ini tidak memberikan kepastian selalu profit dan berhasil. Oleh karena itu batasan kerugian harus tetap ada dan terpasang pada setiap kali entry dilakukan yaitu berupa SL. Indikator hanyalah alat bantu untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi, bukan alat untuk melihat masa depan yang akan terjadi.

Selalu patuhi aturan pada saat melaukan transaksi, karena kebanyakan trader melakukan kesalahan dengan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Aturan in termasuk jangan membuka posisi yang baru jika yang sudah ada belum mengenai SL atau TP. Jangan cepat terbawa emosi pada saat mengalami kerugian ataupun pada saat mendapat profit. Tetap lakukan analisis dengan baik dan pikiran yang fokus untuk mencapai teknik trading forex yang profit konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *