Teknik Trading Sederhana dan Profit Pair EUR/USD

Euro adalah salah satu mata uang yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai mata uang tunggal Uni Eropa. Dalam dunia forex, pasangan EUR/USD termasuk pasangan mata uang yang paling tinggi volume transaksinya dan paling sering dibahas oleh analis dan trader, baik trader pemula maupun yang sudah profesional. Bahkan disebut, transaksi dari pasangan mata uang ini menyumbang lebih dari 50% transaksi forex.

Simbol Euro

Euro sendiri juga merupakan mata uang yang paling tinggi bobotnya dalam USD Index (USDX, DXY). Lebih dari 50% bobot dari USD Index sendiri berasal dari mata uang ini dan pengaruhnya dalam USD Index mempunyai dominasi yang kuat. Bahkan, dalam indeks USD yang diterbitkan oleh lembaga lain pun, tetap Euro punya andil yang paling besar selaku penggerak nilai indeks. Tak heran, sebab Uni Eropa termasuk rekan dagang terbesar Amerika Serikat.

Lantas, apa saja yang bisa menjadi perhatian dalam trading mata uang ini?

1. Faktor Internal

Faktor internal mencakup data dan perkembangan ekonomi dari Uni Eropa. Ada berbagai macam data yang dapat dilihat, namun sebaiknya fokus pada GDP, Inflasi, Pengangguran dan Suku Bunga yang ada di zona ekonomi ini. Faktor internal ini juga menjadi acuan bagi ECB, European Central Bank untuk melakukan aksi moneter, seperti menaikkan, menurunkan atau mempertahankan suku bunga.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal lebih sulit, terutama untuk pasangan mata uang seperti Euro yang punya banyak rekan dagang dan juga merupakan mata uang paling likuid no 2 di dunia. Untuk kasus EUR/USD, bukan cuma faktor dari Amerika Serikat saja yang perlu diwaspadai tapi juga dari seluruh dunia. Sebab pasangan mata uang EUR/USD adalah pasangan dengan tingkat transaksi perdagangan tertinggi di pasar forex. Jadi, baik dalam hal keadaan yang stabil maupun tidak, EUR/USD akan menjadi patokan perdagangan mata uang dunia. Tidak heran, karena Euro sendiri mempunyai bobot 57% dalam USDX alias USD Indeks.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Stochastic Oscillator dan Fractals

Trading EUR/USD

Trading EUR/USD bisa dilakukan siapa saja, bahkan pemula yang baru mengetahui tentang forex disarankan untuk traidng di EUR/USD terlebih dahulu. Mengapa? Karena pasangan mata uang ini paling likuid, sehingga kecil kemungkinan terjadi pergerakan tiba-tiba dan besar. Selain itu, umumnya broker akan memberikan spread yang kecil untuk pasangan mata uang ini. Bahkan, pada broker dengan floating spread, bisa memberikan spread hingga mendekati 0 dan tanpa komisi.

EUR/USD sendiri dalam beberapa tahun terakhir mempunyai rentang harian yang rendah, kurang dari 60 pips sehingga cocok bagi trader yang baru belajar. Dengan trading pada pasangan mata uang ini, diharapkan trader bisa lebih leluasa mengatur strategi dan teknik trading, sebelum lanjut mengeksplorasi pasangan mata uang lain.

Contoh Rilis Data dari Benua Eropa

Apa yang perlu diperhatikan dalam Trading EUR/USD?

  1. Tidak semua berita dari Eropa perlu diperhatikan dalam trading forex di pasangan mata uang ini. Biasanya, rilis dari negara utama seperti Jerman dan Perancis lebih mempunyai bobot pada pergerakan pasangan mata uang ini. Pastikan untuk memperhatikan rilis dari kedua negara ini.
  2. Seperti yang sudah disebutkan, bank sentral Eropa alias ECB mempunyai wewenang unutk mengatur suku bunga. Cek tanggal ECB melakukan pertemuan dan mengumumkan kebijakan mereka, supaya terhindar dari pergerakan yang liar dari EUR/USD.
  3. Kebanyakan broker memberikan spread yang kecil pada mata uang ini, yang bisa menjadi keuntungan dan kerugian. Keuntungan, karena profit bisa didapat lebih cepat tidak menunggu harga bergerak melebihi nilai spread. Kerugian, karena mudahnya harga berubah maka bisa timbul niat untuk melakukan overtrading dengan membuka order baru yang banyak. Waspada dengan hal ini.
  4. Karena pasangannya adalah USD, maka berita dari Amerika Serikat juga perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan sebelum trading dieksekusi.
  5. Dalam beberapa kesempatan, bahkan berita yang bukan dari Eropa maupun Amerika Serikat terkadang juga bisa menggerakkan pasangan mata uang ini. Faktor Risk On dan Risk Off (sentimen pelaku pasar apakah merasa optimis atau pesimis) juga bisa menjadi penggerak dari pasangan mata uang ini.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Moving Average

 

Peringatan

Perlu digarisbawahi bahwa sistem trading pada pasangan mata uang ini tidak memberikan kepastian selalu profit dan berhasil. Oleh karena itu batasan kerugian harus tetap ada dan terpasang pada setiap kali entry dilakukan yaitu berupa SL. Perlu diingat bahwa jiia memakai indikator,  indikator hanyalah alat bantu untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi, bukan alat untuk melihat masa depan yang akan terjadi.

Selalu patuhi aturan pada saat melakukan transaksi, karena kebanyakan trader melakukan kesalahan dengan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Aturan ini termasuk jangan membuka posisi yang baru jika yang sudah ada belum mengenai SL atau TP. Jangan cepat terbawa emosi pada saat mengalami kerugian ataupun pada saat mendapat profit. Tetap lakukan analisis dengan baik dan pikiran yang fokus untuk mencapai teknik trading forex yang profit konsisten.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *