Teknikal

Teknik dan Strategi Trading dengan Bollinger Bands

Click Here for English Version of This Article

Bollinger bands adalah salah satu indikator yang sering dipakai trader dalam menganalisis forex. Indikator ini pada dasarnya adalah pengembangan dari Moving Average (MA), dimana yang dipakai adalah MA 20 dan ditambah dengan upperline dan lowerline. Dengan menggunakan Bollinger bands, trader dapat mengetahui apakah suatu pair sedang trending, sideways, mengecil volume dan volatilitasnya melebar. Semuanya bisa dilihat dari satu indikator ini.

Lihat juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit Dengan Bollinger Bands

Pertama, kita akan kupas dulu mengenai garis-garisnya. Bollinger bands seperti yang sudah disebut mempunyai 3 garis utama, midline, lowerline atau upperline. Ada juga yang menyebutnya midband, lowerband dan upperband, dengan maksud yang sama. Midband atau garis tengah adalah garis MA 20, artinya gari stengah ini menjaid patokan dalam 20 sesi terakhir pergerakan suatu pair. Upperband adalah garis batas atas yang dihitung berdasarkan rata-rata tertinggi dalam 20 sesi terakhir. Sedangkan lowerband adalah kebalikan dari upperband yakni garis batas bawah yang dihitung berdasarkan rata-rata terendah dalam 20 sesi terakhir. Ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan :

  1. Saat BB menunjukkan mendatar, artinya pasar sedang dalam kondisi sideways. Semakin lama sideways berlangsung, semakin lama posisi mendatar ini bertahan.
  2. Saat pasar sedang trending, BB akan melebar kemudian akan searah dengan gerakan candlestick. Trend bullish biasanya ditunjukkan dengan candlestick yang berada di atas midband, bahkan mendekati upperband. Sebaliknya untuk trend bearish, dimana candlestick akan berada di bawah midband bahkan mendekati lowerband.
  3. Volatilitas pasar juga bisa dilihat. Saat candlestick mengecil, artinya pasar sedang tenang dan volatilitas rendah. Sebaliknya, saat pasar sedang aktif dan volatilitas naik, maka BB cenderung melebar.

Strategi dan Teknik Trading

Strategi dan teknik trading BB juga berbeda dengan yang lain. Kita bisa kelompokkan sebagai berikut :

  1. Follow trend. Jika Anda adalah seorang mengikuti trend, BB bisa digunakan dengan melihat slope/kemiringan dari trend. Selain itu, selama candlestick selalu di atas atau di bawah midband, Anda bisa mengikuti candlestick tersebut untuk entry order.
  2. Counter trend. BB sering dipakai bagi trader yang counter trend. Caranya cukup mudah, entry hanya dilakukan saat candlestick menyentuh upperband atau lowerband. Saat candlestick menyentuh upperband, kita bisa entry sell dan sebaliknya saat BB menyentuh lowerband kita bisa entry buy. Perlu diingat, counter trend efektif jika BB dalam keadaan sideways dnegan slope yang mendatar.
  3. Penggunaan BB untuk trading forex biasanya sesuai dalam keadaan pasar yang bergerak sideways. BB kurang cocok untuk pasar yang sedang bergerak trending karena candlestick akan selalu berada di salah satu garis batas dari BB.

Peringatan

Teknik trading menggunakan indikator ini bukanlah menjamin keakuratan 100% akan profit. Teknik trading menggunakan indikator hanya membantu trader untuk melihat kemungkinan pergerakan harga di masa depan. Risiko tetap ada dan harus dipertimbangkan, oleh karena itu penempatan Stop Loss haruslah selalu ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *