Fundamental

Purchase Manage Index (PMI) dan Strategi Trading Forex

Click Here for English Version of This Article

Purchase Manager Index (PMI) yang secara harfiah diterjemahkan menjadi Indeks Pembelian Manager adalah data yang menunjukkan aktivitas ekonomi dan kemungkinan perkembangan ekonomi di masa depan dari sudut pandang pelaku usaha. PMI termasuk salah satu data yang cukup diperhatikan, karena PMI seirng disebut sebagai “alarm” atau petunjuk pertama akan keadaan ekonomi suatu negara apakah berkembang dan tumbuh atau mulai menyusut dan mengarah kepada resesi atau krisis.

PMI dilakukan oleh berbagai macam pihak, baik pemerintah atau swasta. Maka biasanya, nama institusi akan disebut dalam rilis laporan PMI, misalnya PMI Nikkei, PMI Caixin, PMI HSBC dan sebagainya untuk membedakan mana yang merupakan laporan dari pihak swasta dan mana yang merupakan laporan dari pihak pemerintah.

Daftar Rilis PMI

Data PMI biasanya dikumpulkan dari kalangan manager dari perusahaan berskala menengah hingga besar, dan pihak yang akan merilis data akan memberikan pertanyaan kepada para manager. Kelompok pertanyaan biasanya dibagi dua, yakni masa kini dan masa yang akan datang. Manager akan ditanya bagaimana dengan kemungkinan penjualan, perekrutan tenaga kerja, produksi, ekspektasi bisnis ke depan dan sebagainya. Kesemua data tersebut ditanyakan dalam kuesioner atau wawancara melalui telepon, sebelum diolah dan dipublikasikan kepada khalayak umum.

Pada indeks ini, nilainya adalah berupa persen dimana 50 adalah batas antara optimisme dan pesimisme, atau antara ekspansi dan perluasan usaha atau kontraksi dan penyusutan usaha. Nilai di bawah 50 artinya para manager sebagian besar merasa pesimis dengan keadaan ekonominya dan bahkan berencana untuk mengurangi produksi atau menutup produksi. Sebaliknya, nilai di atas 50 merupakan pertanda bahwa ekonomi masih akan umbuh sehingga para manager berani melakukan ekspansi usaha atau menambah produksi yang mereka miliki.

Baca juga : Emas : Investasi, Mata Uang atau Trading?

Apa Hubungan Antara PMI dan Trading Forex ? 

Seperti yang sudah disebutkan, PMI adalah salah satu indikator kesehatan badan usaha atau perusahaan di suatu negara. Secara umum, nilai PMI yang bagus mencerminkan keadaan ekonomi yang bagus pula, sehingga ada kemungkinan aliran modal asing masuk dan memperkuat nilai tukar mata uang lokal.

Sebaliknya, jika PMI ternyata kurang bagus artinya ada kemungkinan perekonomian suatau negara berada di tepi jurang resesi atau bahkan sudah resesi. Investor tentu tidak suka negara yang sedang bermasalah pertumbuhan ekonominya dan bisa saja menarik modal mereka keluar dari negara tersebut dan membuat mata uang lokal jatuh nilainya.

Namun, itu semua tidak terjadi secara serta merta tergantung dari seberapa cepat nilai PMI naik atau turun. Semakin drastis perubahannya, maka semakin drastis pula nilai tukar mata uang berubah. Di pasar forex, PMI termasuk data leading yang artinya dapat memberikan petunjuk lebih dahulu secara fundamental keadaan ekonomi suatu negara.

Dampak PMI terhadap Pergerakan USD/JPY

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit : Moving Average & Bollinger Bands

Bagaimana Trading Forex dengan Menggunakan Data PMI?

PMI adalah data yang berkesinambungan dan punya batasan yang jelas, yakni angka 50. PMI dari jenis usaha seperti PMI Manufaktur dan PMI Servis / PMI Jasa adalah yang paling ditunggu oleh pelaku pasar. Di negara-negara tertentu, dimana sektor jasa lebih dominan dalam struktur ekonominya, PMI Jasa lebih ditunggu rilisnya.

Berikut tips trading forex pada saat rilis berita PMI akan terjadi :

  1. Pastikan bahwa PMI yang akan dirilis sudah dilihat data sebelumnya, apakah dalam trend naik atau turun.
  2. PMI yang ditunggu biasanya adalah PMI Jasa, namun tidak menutup kemungkinan PMI lain juga bisa berpengaruh terhadap pergerakan mata uang.
  3. Setelah memperhatikan trend dari PMI, tunggu data PMI terbaru yang akan dirilis dan lihat hasilnya.
  4. Jangan pernah mencoba melakukan trading spekulasi sebelum rilis terjadi. Ingat, bahwa trading menggunakan fundamental bukanlah trading menunggu rilis suatu berita.
  5. Jika hasil rilis melanjutkan trend yang sebelumnya, kita bisa order entry searah dengan trend yang masih terjadi.
  6. Jika hasil rilis menunjukkan ada perubahan trend, maka kita bisa melakukan entry dengan arah berlawanan dengan trend yang terjadi.
  7. Tetap selalu pasang Stop Loss (SL) karena hal yang di luar dugaan bisa saja terjadi walaupun kita sudah melakukan analisis yang baik.

Baca juga : Bagaimana Cara Investasi Saham ?

Apakah Trading Melihat Data PMI Selalu Berhasil Profit?

Kesempatan untuk mendapat profit selalu ada, namun tidak bisa dipastikan akan selalu profit. Banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan dari suatu harga pasangan mata uang selain hanya dari satu berita saja. Untuk itu, selalu atur Stop Loss (SL) dalam setiap kali melakukan entry order.

Peringatan

Trading fundamental bukanlah trading menunggu berita dirilis dan melakukan “jebakan” (trapping trading). Trading fundamental adalah membaca data dan menyimpulkan kemungkinan pergerakan harga dari suatu pasangan mata uang melalui trend atau kecenderungan yang terlihat pada data yang sudah dirilis.

Tidak disarankan untuk melakukan Trapping Trading karena risiko yang akan diterima besar. Spread bisa melebarbagi yang brokernya tidak menetapkan spread tetap. Atau pada broker yang spreadnya tetap, akan ada banyak larangan seputar trading ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *