Fundamental

Politik dan Ekonomi Dalam Forex

Click Here for English Version of This Article

Politik dan ekonomi sekilas seperti saling tidak berhubungan, karena dua hal tersebut seperti dua dunia yang berbeda. Politik terlihat lebih ramai dibanding ekonomi, dan lebih banyak drama dibanding ekonomi. Namun, keduanya dalam tataran makro dan negara sebenarnya saling berkaitan. Banyak keputusan politik yang mempengaruhi ekonomi suatu negara dan begitupun sebaliknya.

www.shutterstock.com/371421655

Dalam tataran makro, politik yang berpengaruh terhadap ekonomi misalnya adalah kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang ekspor, impor, peningkatan pertumbuhan ekonomi, tarif, pajak dan lainnya semuanya berkaitan dengan ekonomi. Sebaliknya, ekonomi juga bisa mempengaruhi politik, mulai dari naik turunnya harga barang konsumsi, tindakan dan aksi perusahaan besar yang merugikan masyarakat dan sebagainya.

Seperti yang disebut sebelumnya, ada empat hal utama yang harus diperhatikan trader untuk trading forex, terkadang trader juga tidak siap dengan berita politik seperti sering terjadi belakangan ini di Amerika Serikat. Perang dagang yang terus menerus adalah contoh dari kebijakan politik yang ikut berimbas ke ekonomi makro dan trader forex. Banyak trader yang berfokus kepada teknikal tidak bisa memahamai dan melihat arah kebijakan politik ini kepada trading forex mereka.

Memang tidak bisa dipungkiri, kebijakan politik terkadang muncul tiba-tiba dan bisa merusak fundamental yang terbangun dari data-data ekonomi. Distorsi ini sering terjadi dalam skala kecil saat ada pejabat publik pidato soal ekonomi. Distorsi yang lebih besar terjadi saat ini, saat perang dagang sedang berkecamuk dan antara China dan Ameirka Serikat saling balas pengenaan tarif terhadap produk masing-masing. Ini bukanlah hal yang mudah dianalisis ekonom maupun trader.

Contoh lainnya adalah Brexit. Brexit yang terus berlarut prosesnya dan tidak ada kejelasan yang pasti membuat trader seperti berhati-hati dengan segaal yang berhubungan dengan Inggris. Mata uang poundsterling juga terlihat terus tertekan dan belum bisa pulih dari level sebelum Brexit. Tidak ada yang tahu pasti kemana arah Inggris, dan malah tambah buruk setelah PM menyatakan akan mundur di bulan Juni 2019. Ketidakpastian bertambah setelah partai Brexit menang di pemilu Uni Eropa dan menguasai perwakilan Inggris di parlemen Uni Eropa.

Ketidakpastian seperti adalah realita yang harus dihadapi trader. Lantas, bagaimana menyikapinya? Responsif dan reaktif terhadap berita adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh. Responsif dengan berita adalah selalu waspada dan bersiap dengan kemungkinan munculnya pidato atau hal yang bisa mengubah pasar baik secara fundamental maupun secara teknikal. Reaktif adalah dengan cepat tanggap dengan perubahan yang terjadi dan imbasnya ke posisi trading kita.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Stochastic Oscillator dan Fractals

Tentu saja, money management adalah hal penting yang harus menjadi dasar dari semua tindakan, terlepas dari ada atau tidaknya berita-berita politik yang bisa mengguncang pasar. Pada saat ketidapkpastian di dunia tinggi, ada baiknya untuk lebih ketat dalam hal manajemen ini. Karena kita tidak bisa memastikan apa yang terjadi ke depan sesuai prediksi awal, apalagi jika tiba-tiba ada pidato atau hal lain yang bisa mengubah jalannya trend.

Pentingnya memasang stop loss (SL) juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Baik dalam keadaan ekonomi yang stabil maupun bergejolak, SL harus tetap ada dan menjadi bagian dari trading. Lebih baik rugi yang terbatasi daripada terus menerus dalam keadaan minus sehingga menyandera aktivitas lain, dan membuat kita tidak bisa bermanuver lebih leluasa dalam trading berikutnya. Jika SL sudah terpasang, setidaknya kita sudah memasang rem supaya tidak masuk ke jurang Margin Call atau Stop Out. 

Mengingat politik perang dagang masih akan berlangsung dan sepertinya juga akan lama, sebagai trader kita bisa lebih hati-hati dalam trading dan lebih waspada. Tetap selalu pantau berita terkini seputar ekonomi dunia, itu akan membantu mencegah kepanikan yang berlebihan dalam trading dan melihat dinamika pasar. Masalah Brexit juga patut masih diwaspadai, mengingat masih akan lama dan drama masih akan berlanjut paling tidak sampai Oktober 2019.

Kita tidak bisa memilih kondisi mana kita akan trading, namun kita bisa membatas risiko yang ada dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan sampai kita terseret arus politik yang membuat trading kita menjadi penuh emosi dan tidak rasional dalam pengambilan keputusan entry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *