Teknikal

Parabolic SAR dan Kegunaannya

Parabolic SAR adalah salah satu indikator dalam trading yang cukup umum dipakai. Parabolic SAR di MT4 tampilannya berupa titik-titik yang berada di atas atau di bawah candlestick yang sedang berjalan. Titik-titik ini merupakan hasil penghitungan data dari high atau low sebelumnya, yang dikombinasikan dengan beberapa indikator lainnya.

(Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Parabolic SAR )

 

Kita tidak akan membahas apa saja yang menjadi penyusunnya, tapi yang akan kita bahas adalah cara penggunannya. Seperti yang terlihat, Parabolic SAR menunjukkan arah gerakan dari candlestick. Trend yang berlaku saat ini ditunjukkan dengan kebalikan dari posisi dari indiaktor ini. Sehingga, saat indikator ini ada di bawah, artinya bias saat ini adalah bullish. Sebaliknya, saat titik berada di atas candlestick, maka bias saat ini adalah bearish buat suatu pair.

Parabolic SAR lazom dipakai untuk trader yang menunggu momen jangak menengah dan jangka panjang. Sebab, bagi scalper yang menunggu jangka pendek, indikator ini kurang sesuai untuk timeframe kecil atau pada saat pasar sedang sideways. Hal ini karena jika Parabolic SAR terlalu dekat dengan candlestick maka kemungkinan menyentuh titik juga akan ebsar dan mengubah persepsi trader terhadap trend yang sedang berlangsung.

Semakin jauh titik dari candlestick, artinya trend masih akan berlanjut dan semakin dekat dengan candlestick, berarti trend akan segera berakhir dan bersiap-siap untuk kemungkinan berbalik arah. Saat ada candlestick yang menyentuh Parabolic SAR, secara otomatis titik akan berpindah ke arah yang berlawanan, seperti pada gambar di atas.

Biasanya, untuk pengaturan dari indikator ini ada yang default seperti MT4 tentukan atau kita bisa atur sendiri berapa pengaturan yang sesuai untuk kita. Semakin besar angkanya, semakin jauh titik Parabolic SAR dan sebaliknya, semakin kecil angka di pengaturan, semakin dekat titik dengan candlestick yang ada terlihat. Jika terlalu dekat atau terlalu jauh, dikahwatirkan indiaktor tidak bisa menunjukkan potensi yang benar, malah akan cenderung memberikan sinyal yang salah.

Terlihat mudah untuk menggunakan indikator ini, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang pertama, indiaktor ini hanya menunjukkan kecenderungan arah, bukan sebuah kepastian arah. Bisa jadi harga justru berbalik setelah muncul Parabolic SAR yang berlawanan (meskipun jarang terjadi) sehingga menjadi tidak valid. Hal ini terjadi saat memasuki periode ranging dan sideways.

Kedua, Parabolic SAR adalah leading indicator. Selayaknya leading indicator, sebaiknya juga disertakan lagging indicator untuk menyaring kemungkinan kesalahan trading, terutama saat entry akan dilakukan. Indikator ini jarang memberikan sinyal yang salah, namun tetap kita harus berhati-hati dengan segala kemungkinan yang ada.

Dalam hal penggunaan, indikator ini sudah dipakai di banyak jenis pasar, termasuk pasar saham dan obligasi. Hanya saja, Parabolic SAR lebih sering dipakai di forex trading dan dianalisis dengan lebih mendalam untuk traidng di dalam pasar forex.

Keunggulan dari indikator ini adalah sifatnya yang leading, sehingga trader bisa masuk dan berdagang menggunakan sinyal yang terlihat dari tempat indikator ini. Keunggulan lainnya, trader bisa berhati-hati untuk trading saat titik dan candle semakin mendekat.

Kelemahan dari indikator ini, selayaknya indikator lain kurang sesuai untuk timeframe yang kecil, di bawah H1. Hal ini karena data yang terkumpul terlalu sedikit sehingga algoritma indikator kemungkinan akan bias dan membuat trend menjadi tidak benar. Hal lainnya, indikator ini harus di atur dulu nilainya agar sesuai dengan keinginan trader.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Parabolic SAR tetap menjadi salah satu indikator yang banyak dipakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *