Common

Fungsi dan Tugas dari Bank Sentral Secara Umum

Bank sentral adalah salah satu pilar dalam ekonomi modern yang mempunyai beberapa fungsi dan tugas. Yang paling utama dari sekian banyak fungsinya adalah menjaga stabilnya nilai tukar mata uang satu negara. Namun, benarkah hanya itu tugas yang dimiliki oleh bank sentral?

Konsep bank sentral sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, namun baru terwujud pertama kali di Swedia, yakni Sverges Bank yang merupakan cikal bakal bank sentral modern. Tak lama kemudian diikuti oleh didirikannya Bank of England. Sementara bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve Bank atau sering disebut The Fed baru ada tahun 1913. Sementara di Indonesia sendiri, Bank Indonesia selaku bank sentral baru ada tahun 1952.

Baca juga : Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Aman

Salah satu contoh adalah Bank Indonesia. Dikutip dari situs bi.go.id , tugas dan tujuan Bank Indonesia adalah sebagai berikut :

Sesuai dengan Undang- Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, salah satu tugas Bank Indonesia adalah mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Di bidang sistem pembayaran Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dari peredaran. Disisi lain dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Bank Indonesia berwenang melaksanakan, memberi persetujuan dan perizinan atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran seperti sistem transfer dana baik yang bersifat real time, sistem kliring maupun sistem pembayaran lainnya misalnya sistem pembayaran berbasis kartu.

Bank sentral umumnya memiliki mandat dalam menjaga stabilitas nilai mata uang. Namun, pada kenyataannya, ada beberapa bank sentral yang memiliki tugas lebih dari itu. The Fed misalnya, memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas. Mendorong pertumbuhan ekonomi ini, menyangkut dengan angka pengangguran dan tenaga kerja. Sehingga The Fed harus ikut serta berpikir dalam hal pengurangan jumlah pengangguran.

Mandat Ganda dari The Fed (sumber : chicagofed.org)

Dari situs The Fed bagian Chicago, tugal dan mandat ganda The Fed adalah sebagai berikut :

Our two goals of price stability and maximum sustainable employment are known collectively as the “dual mandate.”1 The Federal Reserve’s Federal Open Market Committee (FOMC),2 which sets U.S. monetary policy, has translated these broad concepts into specific longer run goals and strategies.3

Price Stability

The Committee judges that inflation at the rate of 2 percent, as measured by the annual change in the price index for Personal Consumption Expenditures (PCE), is most consistent over the longer run with the Federal Reserve’s statutory mandate. The Committee has also explicitly noted that the inflation target is symmetric and stated that it “would be concerned if inflation were running persistently above or below this objective.”

Maximum Sustainable Employment

Many nonmonetary factors affect the structure and dynamics of the labor market, and these may change over time and may not be measurable directly. Accordingly, specifying an explicit goal for employment is not appropriate. Instead, the Committee’s decisions must be informed by a wide range of labor market indicators.

Baca juga : Bagaimana Cara Investasi Saham ?

Ada juga negara yang tidak memiliki “bank sentral” namun sebagai gantinya ada badan khusus yang bertindak seperti bank sentral. Hong Kong, Singapura, Saudi Arabia adalah beberapa negara yang tidak punya bank sentral namun punya badan khusus yang menangani urusan moneter yang disebut Monetary Agency. Bedanya, badan khusus ini adalah bagian dari pemerintahan, berbeda dengan bank sentral di kebanyakan negara yang bank sentral nya adalah lembaga tersendiri dari pemerintahan.

Ada juga negara yang tidak memiliki bank sentral  namun memiliki mata uang sendiri dan ada juga negara yang punya bank sentral namun tidak punya mata uang lokal atau mata uang lokalnya tidak berfungsi sebagai alat pembayaran yang baik. Negara-negara kecil persemakmuran Inggris punya mata uang sendiri namun tidak punya bank sentral. Timor Leste, Kamboja memiliki bank snetral namun tidak memiliki mata uang lokal atau mata uang lokalnya tidak berfungsi sebagai alat pembayaran yang baik.

Baca juga : Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dengan Bollinger Bands dan Pola Candlestick

Pada kasus tertentu dimana bank sentral tidak independen dan menjadi “mesin ATM” dari pihak penguasa, dampaknya adalah inflasi yang tinggi akibat terus menerus mencetak uang. Venezuela, Zimbabwe bahkan Indonesia pernah mengalami hal ini dan berakibat pada kondisi daya beli yang menurun. Bank sentral yang indpenden mutlak diperlukan dalam menjaga stabilitas moneter, terutama dari kebijakan-kebijakan politis yang bisa merusak sistem moneter suatu negara.

Bank sentral adalah salah satu penjaga stabilitas suatu negara, oleh karena itu sudah selayaknya tidak dicampuri dengan kepentingan praktis dan juga sesaat dari kelompok manapun. Bank sentral yang independen akan membuat negara menjadi lebih stabil dan kokoh dari segi stabilitas keuangan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *