Common

Emas : Investasi, Mata Uang atau Trading?

Click Here for English Version of This Article

Emas merupakan salah satu logam yang mempunyai sejarah yang panjang, sepanjang peradaban manusia. Emas digolongkan sebagai logam mulia, karena secara kimia sulit bereaksi dengan banyak zat kimia lain. Selain itu, semua peradaban di duni ini mengenal emas sebagai logam yang berharga dan bernilai tinggi. Sehingga tidak heran, sepanjang sejarah manusia perebutan sumber tambang emas bukanlah hal yang aneh.

Bahkan dalam peradaban kuno, emas selalu menjadi simbol kemakmuran, keayaan dan prestise. Sejak zaman raja – raja Mesir Kuno, sampai sekarang emas selalu identik dengan kemewahan dan simbol kekayaan. Maka tidak heran, terkadang emas menjadi sumber konflik antara suatu bangsa bahkan menjadi sumber perang antar bangsa.

Baca juga : Bagaimana Cara Investasi Saham ?

Emas sebagai alat tukar sudah dikenal sejak peradaban manusia kuno, bersama dengan perak. Bagai dua sejoli, emas dan perak selalu menjadi simbol kekayaan dan alat tukar perdagangan pada zaman dahulu. Di alam, emas dan perak juga dapat ditemui pada lokasi yang sama. Bersama dengan tembaga, yang merupakan unsur golongan VII A ketiga logam ini berikatan dalam struktur Cu – Ag – Au. Sehingga di dalam suatu pertambangan tembaga, pasti akan terdapat emas dan begitupun sebaliknya.

Di zaman modern, emas sendiri mengalami perubahan peruntukan. Walaupun sekarang tidak lagi menjadi alat tukar, namun fungsi sebagai penyimpan kekayaan masih berlaku. Bahkan, lebih canggih lagi emas bisa dijadikan alat investasi dan juga bisa diperdagangkan, baik fisiknya maupun nilainya. Nilai emas yang diyakini selalu kebal terhadap inflasi membuat emas sebagai salah satu primadona investasi.

Bagaimana emas sebagai alat investasi? Seperti yang disebut di atas, nilai emas yang selalu stabil dan anti terhadap inflasi menjadikannya sebagai alat lindung nilai. Bahkan jika dihitung dengan uang fiat nilai 1 gram emas cukup tinggi. Selain itu, bentuknya yang kecil dan mudah disimpan membuat emas bisa bertindak sebagai alat investasi. Menurut data, nilai emas relatif terhadap USD saja sudah naik dari $35 di tahun 1970 menjadi $1300, alias kenaikan hampir 40x lipat ! Bahkan di tahun 2010, harga emas sempat menyentuh $1900. Dalam rupiah, di tahun 2000 harga emas per gram adalah sekitar Rp 150.000, dan sekarang di 2019, harga emas berada di sekitar Rp 600.000, kenaikan 4x lipat dalam waktu 20 tahun.

Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang menjual produk emas mereka, namun yang terkenal adalah BUMN yang bernama Antam. BUMN ini terkenal dalam menghasilkan barang tambang, termasuk di dalamnya emas. Bahkan lebih jauh, Antam sudah membuka beberapa gerai butik emas di beberapa kota besar.

Manakah yang lebih baik, membeli emas fisik atau non fisik? Jawabannya dikembalikan kepada tiap – tipa orang. Cara membeli emas fisik adalah dengan datang langsung gerai penjualan emas seperti Antam, Pegadaian ataupun toko- toko emas. Lebih baik membeli emas dalam bentuk batang jika memang berniat ingin investasi daripada membeli emas dalam bentuk perhiasan. Mengapa? Karena jika kita ingin menjual kemabli emas perhiasan, pihak toko akan memotong harganya dengan alasan biaya upah membuat perhiasan ataupun karena alasan emas dibeli bukan dari toko mereka.

Baca juga : Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Aman

Tips membeli emas batang untuk investasi :

  1. Pastikan setiap emas memiliki sertifikat resmi, misalnya sertifikat yang dikeluarkan oleh Antam.
  2. Simpan emas dalam Safe Deposit Box atau brankas. Lebih baik lagi jika disimpan di bank.
  3. Perhatikan harga emas, sehingga kita bisa membandingkan antara satu tempat dnegan tempat yang lain.
  4. Ongkos produksi membuat 1 gram emas dan 100 gram emas adalah sama. Oleh karena itu, harga jual 1 gram emas jauh lebih mahal daripada 100 gram emas, jika dihitung berdasarkan per gram.
  5. Gunakan dana yang menganggur, jangan gunakan dana untuk pembayaran tagihan sehari – hari untuk membeli emas.
  6. Jangan mudah percaya terhadap penipuan ataupun hal yang bisa menggandakan kekayaan dengan membeli emas.
  7. Investasi emas fisik adalah jenis investasi jangka panjang. Jangan mudah panik atau tergiur dengan fluktuasi dalam jangka pendek.

Sekarang ini, online shopper juga beberapa memiliki fitur pembelian emas. Bahkan Pegadaian mempunyai program menabung emas, mulai dari Rp5.000. Emas yang dibeli kemudian disimpan dalam bentuk digital, yang konversinya sesuai harga emas berlaku.

Emas sebagai mata uang bukan hal yang baru. Walaupun saat ini tidak ada lagi negara yang menggunakan emas sebagai mata uang resminya, namun emas sebagai alat tukar tidka langsung hilang. Konon, setiap pilot membawa sekeping emas di dalam tas nya setiap kali akan bepergian sebagai cadangan kalau mendarat di tempat yang asing. Emas sebagai mata uang sekarang ini coba dibangkitkan lagi, dengan dinar – dirham ataupun menggunakan US gold coin sebagai alat transaksi. Namun perlu diingat, UU di Indonesia melarang transaksi jual beli dalam bentuk apapun selain rupiah.

Kekurangan emas sebagai mata uang adalah sifatnya yang tidak likuid. Artinya, emas tidak bisa dicetak sembarangan mengikuti perkembangan ekonomi. Akibatnya, sering terjadi devaluasi harga barang. Selain itu, kebijakan penguasa yang terkadang korup juga membuat emas sebagai mata uang dimanipulasi seperti diperkecil ukuran koinnya, ditambahkan logam lain yang lebih murah atau lain – lain hal yang membuat emas turun nilainya. Sejak 1971, secara resmi USA melepaskan keterikatan dengan emas dan akibatnya, di dunia tidak ada lagi mata uang berbasis emas.

Setelah 1971, posisi emas sebagai mata uang menghilang dan hanya menyisakan sebagai alat lindung nilai dan alat investasi. Mulanya, investasi emas adalah dengan cara tradisional, berupa pembelian emas batang atau perhiasan. Seiring perkembangan zaman, emas juga sekarang dapat diperdagangkan secara online melalui broker. Broker forex biasanya juga memiliki item emas, dengan kode XAU untuk diperdagangkan oleh anggotanya. Yang perlu diingat, trading emas ini hanyalah memperdagangkan nilai emasnya saja. Keuntungannya adalah :

  1. Dapat memperoleh profit dalam keadaan harga emas naik atau turun, seperti forex.
  2. Dapat dilakukan dimana saja selama masih ada sinyal internet.
  3. Tidak perlu modal yang besar, karena setiap broker punya leverage. Dengan modal yang kecil, sudah bisa memperdagangkan emas dengan nilai setara 1 troy ounce (31,1 gram).

Kerugiannya antara lain :

  1. Dapat menghasilkan loss jika tidak berhati-hati dalam trading.
  2. Bagi sebagian orang, transaksi ini masih tergolong sulit karena belum familiar dengan tarding forex dan broker.

Ada satu lagi instrumen trading emas yakni dengan ETF shares gold, kurang lebih mirip reksadana yang berbasis emas. Setiap ETF akan dipatok dengan nilai emas tertentu, yang kemudian diperdagangkan seperti reksadana. Hanya saja, di Indonesia belum dikenal sistem trading seperti ini, hanya ada di luar negeri seperti USA. Mungkin sebaiknya regulator sudah dapat mengeluarkan regulasi untuk membolehkan reksadana jenis ini berlaku di Indonesia.

Pada akhirnya, keputusan untuk menjadikan emas sebagai alat investasi, mata uang ataupun komoditas yang bisa diperdagangkan, kembali kepada setiap orang. Yang perlu diingat, emas hanyalah sarana untuk mencapai target finansial yang Anda harapkan. Apakah anda mengharapkan menjaga nilai kekayaan, atau meningkatkan nilai kekayaan relatif, semuanya itu dapat dilakukan dengan emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *