Common

Bagaimana Cara Investasi Saham ?

Click Here for English Version of This Article

Instrumen investasi saat ini ada banyak tersebar, salah satunya adalah saham. Di Indonesia, acuan bursa dulu ada dua, yaitu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, sebelum dilebur menjadi Bursa Efek Indonesia ( BEI). Nama lainnya yang sering dipakai adalah Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang mengacu kepada nilai harian di bursa saham.

Yang akan dibahas di sini bukanlah mekanisme pergerakan saham, karena akan sangat rumit. Namun, yang akan dibahas adalah bagaimana kita, sebagai orang awam, bisa ikut bertransaksi saham. Mengapa perlu berinvestasi di saham? Ada banyak sebabnya :

  1. Dividen, perusahaan yang berhasil mencetak profit akan membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.
  2. Sebagai konsumen atas produk – produk yang dijual di pasar, tentu kita tidak ingin selamanya menjadi konsumen pada mata rantai distribusi. Kita juga harus kreatif dan membeli saham perusahaan yang sering kita pakai produknya, hitung – hitung “balas jasa” perusahaan kepada kita.
  3. Potensi keuntungan dari kenaikan harga saham. Saat ini, nilai pasar seluruh anggota Bursa Efek Indonesia lebih dari 4.000 triliun ! Bayangkan uang sebanyak itu hanya berputar di lingkup kecil bursa efek. Ibarat memancing, seperti ribuan ikan berkumpul di kolam yang kecil. Kita hanya harus siapkan kail dan umpan yang tepat.

Dan banyak sebab lainnya, seperti investasi untuk jangka panjang, mempersiapkan hari tua dan pensiun. Namun sayangnya, menurut studi terakhir baru 1% penduduk Indonesia yang mengenal dan bertransaksi di saham. Ini merupakan potensi yang masih sangat besar, terutama dalam hal likuiditas pasar dan jumlah investor.

Tentu kita berpikir, ” Mana mungkin bisa saya bertransaksi saham, saya kan hanya masyarakat biasa dan penghasilan kecil?” Jawabannya, bisa. Berinvestasi di pasar saham sekarang tidak serumit zaman dahulu dan harus mempunyai modal yang besar. Hanya dengan Rp100.000 kita sudah bisa investasi saham. Apalagi saat ini BEI sudah menurunkan besaran nilai 1 lot menjadi 100 lembar saham dari sebelumnya 500 lembar saham, sehingga lebih terjangkau untuk masyarakat umum dan investor retail.

Baca juga : Emas : Investasi, Mata Uang atau Trading?

Lalu, bagaimana caranya? Pertama yang haru disiapkan adalah KTP dan NPWP. Sebaiknya gunakan NPWP pribadi dan bukan punya perusahaan, lalu ikuti langkah – langkah berikut ini :

  1. Datang ke kantor sekuritas. Sekuritas ini adalah perusahaan yang menjadi fasilitator nasabah dengan bursa saham. Sekuritas ini terbagi dua, milik bank ataupun perusahaan swasta. Sekuritas milik bank biasanya terletak di kantor pusat bank provinsi.
  2. Minta kepada petugas untuk membantu membuka rekening efek. Petugas biasanya akan meminta KTP dan NPWP. Jika Anda pergi ke sekuritas milik bank, sebaiknya sertakan juga buku tabungan Anda untuk dicatat nomor rekening Anda.
  3. Petugas sekuritas akan meminta Anda mengisi formulir pendaftaran. Isi dengan benar dan jangan sampai salah.
  4. Setelah semua prosedur selesai, pihak sekuritas akan menerbitkan rekening baru, yang biasanya berupa giro sebagai rekening perantara Anda. Unutk beberapa bank, rekening giro ini terlihat dalam fitur mobile banking atau internet banking bersama dengan rekening umum nasabah.
  5. Biasanya, rekening saham langsung aktif jika Anda mendaftar sebelum pukul 13.00. Namun ada juga yang menunggu beberapa hari karena dokumen yang ada harus dikirim ke kantor pusat. Di saat yang sama, biasanya sekuritas akan memberikan portal untuk trading saham, baik di komputer maupun di ponsel.
  6. Setelah ada e-mail notifikasi pembukaan rekening saham, Anda sudah bisa mulai melakuakn investasi saham. Langkah – langkahnya : a) Tentukan saham yang akan dibeli dan jumlahnya. b) Pastikan dana yang ada di rekening saham cukup. c) Jika dana tidak cukup, sebaiknya Anda segera mentransfer kekurangannya ke rekening giro, pihak sekuritas nanti akan mengambil sisa kekurangan langsung dari rekening giro. d) Transaksi akan diproses paling lama dua hari sejak tanggal transaksi, namun jangan khawatir karena harga yang dipakai adalah harga pada saat transaksi.

Baca juga : Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Aman

Adapun tips – tips dalam bertransaksi saham untuk pemula adalah :

  1. Tidak boleh serakah, bursa saham bukanlah sulap yang bisa menghasilkan keuntungan berlipat – lipat ganda dalam waktu semalam.
  2. Banyak membaca dan ikuti pelatihan seputar saham. Bacaan yang paling utama adalah laporan keuangan perusahaan dan juga analisis – analisis dan kinerja perusahaan yang ada di bursa.
  3. Pilihlah saham yang familiar dan likuid, biasanya saham ini tergabung di dalam indeks LQ45.
  4. Mulailah dnegan lot yang kecil dahulu, untuk membiasakan diri dengan ritme yang ada di bursa saham.
  5. Setelah dirasa cukup berpengalaman, silakan tambah penyertaan modal Anda dan nikmati keuntungan dari dividen dan kenaiakn harga saham yang Anda beli.

Semakin banyak milenial yang mencoba investasi di pasar saham, semakin besar pula kemungkinan harga saham naik. Mengapa? Karena uang yang masuk akan membuat saham diburu, sementara jumlah saham tidak berubah ( kecuali suatu perusahaan melakukan pemecahan nilai saham / stock split ) yang membuat nilai saham terus bertumbuh. Apalagi jika saham itu adalah saham favorit dan ramai diperdagangkan, kecepatan naiknya bisa eksponensial dalam waktu 1 tahun saja.

Istilah – istilah yang umum di pasar saham di antaranya :

  1. Dividen, adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham
  2. Capital gain, kenaikan nilai harga saham
  3. Long, posisi beli investor terhadap suatu saham
  4. Short, posisi jual investor terhadap suatu saham
  5. Window Dressing, kegiatan emiten mempercantik laporan keuangan dengan melakukan berbagai kebijakan, sehingga terlihat mendapatkan keuntungan atau mendapat keuntungan yang lebih besar
  6. Stock Split, kegiatan emiten bursa memecah nilai sahamnya, baik karena dianggap nlailinya terlalu mahal atau untuk menambah likuidtas di pasar.

Dan berbagai istilah lainnya yang mungkin ada di pasar saham. Sedikit perbedaan pasar saham dengan pasar forex, adalah keuntungan dari pasar saham di dapat hanya dengan kenaikan harga saham. Sementara itu di pasar forex, keuntungan bisa didapat baik jika suatu mata uang naik nilainya ataupun turun nilainya. Aktivitas short selling kebanyakan dibatasi atau malah dilarang di bursa saham, karena bisa menimbulkan kepanikan seperti yang terjadi pada krisis – krisis sebelumnya.

Investasi di pasar saham sebaiknya dilakuakn sedari dini dan dilakukan secara rutin. Akumulasi saham yang kita miliki setelah beberapa tahun akan menampakkan hasil yang lumayan jika kita benar memilih saham, sabar dan tekun dalam investasi saham. Sebagai contoh, pergerakan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kurun waktu Januari 2019 – April 2019 telah naik 30%, tentu ini lebih tinggi dibanding jika kita mendepositokan uang di bank yang sama dalam kurun waktu yang sama. Luar biasa bukan?

Kembali lagi, tentu target di pasar saham sebaiknya jangka panjang dan bukan mengharapkan profit dengan cepat. Dengan contoh kasus yang sama, saham BRI selama 5 tahun terakhir sudah naik hampir 10 kali lipat, bisa dibayangkan berapa keuntungan dari capital gain yang didapat dan belum termasuk pembagian dividen yang dilakukan empat kali setahun. Bahkan, beberapa emiten kenaikkannya lebih dramatis, seperti saham CPFA yang naik 100 kali lipat dalam waktu 10 tahun! Sangat luar biasa bukan ? Jadi, sudah siap untuk berinvestasi di pasar saham ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *